Comscore Tracker

Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 6.310 Jumat Ini, 4.911 Sembuh

Kasus meninggal akibat COVID-19 naik 175 orang jadi 18.511

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan, ada 310 orang dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat (11/12/2020). Dengan demikian, kasus COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 605.243.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif harian terbanyak yakni 1.232 kasus. Disusul Jawa Barat 1.029 kasus, Jawa Tengah 998 kasus, Jawa Timur 748 kasus, dan Sulawesi Selatan 259 kasus.

Baca Juga: Dirut RS Ummi Andi Tatat Positif COVID-19, Dirawat di ICU RSUD Bogor

1. Ada 4.911 orang sembuh dari COVID-19 hari ini

Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 6.310 Jumat Ini, 4.911 SembuhIlustrasi pasien sembuh dari COVID-19. ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

Satgas COVID-19 juga mencatat 4.911 orang sembuh hari ini. Maka, total kesembuhan COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 496.886 atau 82,09 persen dari total kasus.

Provinsi dengan penambahan kasus sembuh terbanyak hari ini yaitu DKI Jakarta 1.206 kasus, Jawa Barat 912 kasus, Jawa Timur 501 kasus, Papua 335, dan Jawa Tengah kasus.

2. Kasus meninggal akibat COVID-19 naik 175 orang

Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 6.310 Jumat Ini, 4.911 SembuhProses pemakaman salah satu jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon pada Selasa (16/9/2020). IDN Times/Aldila Muharma-Fiqih Damarjati

Kasus kematian COVID-19 naik 175 hari ini. Sehingga, total kasus meninggal mencapai 18.511 atau 3,05 persen dari akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air.

Lima provinsi dengan kasus kematian COVID-19 terbanyak hari ini yaitu Jawa Timur 51 kasus, Jawa Barat 21 kasus, DKI Jakarta dan Jawa Tengah masing-masing 18 kasus, dan Sulawesi Selatan 9 kasus.

3. COVID-19 menular melalui airborne

Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 6.310 Jumat Ini, 4.911 SembuhIlustrasi Virus Corona. IDN Times/Mardya Shakti

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Baca Juga: Satgas COVID-19: Masih Banyak yang Tidak Percaya COVID-19

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya