Comscore Tracker

Kurang Menonjol di Pemerintahan, Ma'ruf: Jangan Ada Matahari Kembar

Ma’ruf Amin tidak ingin lebih menonjol dari Jokowi

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendapat kritik tepat 100 hari pemerintahannya bersama Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu.

Publik menilai, peran Ma’ruf Amin di pemerintahan kurang menonjol karena jarang terlihat dalam sejumlah pengambilan kebijakan.

1. Ma’ruf Amin tidak ingin lebih menonjol dari presiden

Kurang Menonjol di Pemerintahan, Ma'ruf: Jangan Ada Matahari KembarIDN Times/Debbie Sutrisno

Ma'ruf Amin menanggapi santai terkait penilaian publik tersebut.

“Kan saya ini wakil presiden, yang nonjol kan presiden. Kalau wakil presidennya menonjol nanti ada matahari kembar,” kata Ma’ruf Amin di Kompleks Istana Wapres, Jakarta, Rabu (29/1).

Baca Juga: 100 Hari Jokowi-Ma'ruf, Dosen Politik USU: Masih Menekankan Sensasi

2. Ma’ruf Amin bertugas untuk mengkoordinasi sejumlah permasalahan dari Jokowi

Kurang Menonjol di Pemerintahan, Ma'ruf: Jangan Ada Matahari KembarKunjungan Wakil Presiden Ma'ruf Amin ke Yogyakarta. Sumber / Humas Pemda DIY

Namun, Ma’ruf menjelaskan bahwa ia telah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik sebagai wakil presiden sesuai yang diamanatkan dalam Undang-undang seperti mengikuti rapat kabinet.

“Dan juga sebenarnya menangani berbagai yang ditugaskan oleh presiden tapi sifatnya koordinatif. Jadi kita hanya mengkoordinasi bukan operasional, operasional kan itu menteri,” ujarnya.

3. Ma’ruf Amin sering melakukan rapat koordinasi mengenai berbagai macam masalah

Kurang Menonjol di Pemerintahan, Ma'ruf: Jangan Ada Matahari KembarKunjungan Wakil Presiden Ma'ruf Amin ke Yogyakarta. Sumber / Humas Pemda DIY

Wapres mencontohkan, ia sering melakukan rapat koordinasi mengenai UMKM, radikalisme, dan juga masalah kemiskinan seperti stunting yang menjadi salah satu prioritas di pemerintahannya.

“Itu tugas saya seperti itu, saya kira memang tugas wapres seperti itu. Membantu presiden dan menangani tugas-tugas yang ditugaskan kepada saya wapres,” katanya.

4. Jokowi-Ma’ruf Amin dilantik pada 20 Oktober 2019 di sidang paripurna MPR

Kurang Menonjol di Pemerintahan, Ma'ruf: Jangan Ada Matahari KembarBiro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev

Jokowi-Ma’ruf Amin dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu. Acara pelantikan dilakukan dalam sidang paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pelantikan oleh MPR diatur dalam Undang-Undang (UU) nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Bab XVII Pasal 161-163. Berikut bunyi Pasal 161 ayat 1:

"Pasangan Calon terpilih dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.”

Baca Juga: Heboh Kerajaan, Wapres Ma'ruf: Kita Tidak Akan Biarkan Mereka

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya