PP Muhammadiyah Minta Capres Tak Membuat Pernyataan Spekulatif 

PP Muhammadiyah ajak seluruh masyarakat kembali bersatu

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan hasil perhitungan internal maupun eksternal pemilihan presiden dan wakil presiden tidak dijadikan rujukan kemenangan, karena patokan resmi mengenai hasil Pemilu sepenuhnya berada dalam kewenangan KPU.

“Hendaknya tidak membuat pernyataan spekulatif dan konfrontatif yang dapat menjadikan suasana pasca pemilu dan kehidupan kebangsaan menjadi tidak kondusif,” kata Haedar Nasir melalui keterangan tertulisnya kepada IDN Times, Kamis (18/4).

1. Penyelenggara pemilu diminta profesional

PP Muhammadiyah Minta Capres Tak Membuat Pernyataan Spekulatif Fitang

Haedar juga memiinta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bekerja lebih profesional, jujur adil, transparan, dan independen.

“Sehingga proses penghitungan dan hasil Pemilu betul betul terpercaya, objektif, dan seksama serta diumumkan tepat waktu sehingga dapat diterima secara objektif oleh semua pihak,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Klaim Kemenangan Diiringi Takbir dan Sujud Syukur

3. Pemerintah harus bisa menjaga keamanan negara

PP Muhammadiyah Minta Capres Tak Membuat Pernyataan Spekulatif Mahendra

Selain itu, sambung Haedar, pemerintah dan aparat keamanan hendaknya juga dapat menjaga situasi pasca Pemilu 2019 dengan sebaik-baiknya serta mengayomi seluruh warga dan komponen bangsa dengan berdiri tegak di atas kepentingan umum sebagaimana fungsi pemerintahan yang diberikan.

“Kepada seluruh masyarakat hendaknya kembali melakukan aktivitas sesuai profesi dan tugas masing-masing dengan tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan saling bekerjasama untuk kemajuan bangsa,” imbaunya.

4. PP Muhammadiyah ajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu

PP Muhammadiyah Minta Capres Tak Membuat Pernyataan Spekulatif Istimewa

Lebih jauh ia menjelaskan, hampir satu tahun rakyat Indonesia terlibat dalam proses Pemilu 2019, karenanya diperlukan pemulihan sekaligus kerja-kerja produktif untuk meraih kemajuan bagi masa depan Indonesia yang semakin banyak tantangan.

“Sebagai kekuatan mayoritas, persatuan umat Islam adalah faktor penting yang menentukan persatuan bangsa. Kepada semua elemen bangsa dari berbagai latar belakang hendaknya mengutamakan persatuan nasional sebagai spirit kolektif berbangsa dan bernegara yang tidak terpengaruh oleh polarisasi dan pilihan politik yang berbeda,” pungkasnya.

Baca Juga: Amien Rais Ancam Kerahkan People Power, Ini Komentar Wiranto

Topic:

  • Dwi Agustiar

Just For You