Comscore Tracker

Wiku: Maulid Nabi Muhammad Jadi Momen Berdoa Agar Pandemik Berakhir

Libur panjang Maulid Nabi Muhammad tetap taat protokol ya!

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, sedikit berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya akibat adanya pandemik COVID-19.

Dia pun meminta seluruh masyarakat untuk menjadikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai momentum untuk memanjatkan doa agar pandemik COVID-19 segera berakhir.

1. Perayaan Maulid Nabi harus disesuaikan dengan kondisi pandemik COVID-19

Wiku: Maulid Nabi Muhammad Jadi Momen Berdoa Agar Pandemik BerakhirSejumlah warga melintas di Sungai Cikoang menggunakan perahu yang sudah dihias saat peringatan "Maudu Lompoa (Maulid Besar) di Desa Cikoang, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (26/11/2019). Maudu Lompoa tersebut merupakan puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksakan setiap tahun oleh warga setempat dan menjadi salah satu objek wisata budaya Kabupaten Takalar. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Perayaan tersebut, kata Wiku, tentunya harus disesuaikan dengan kondisi pandemik COVID-19 yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.

“Kita mengambil momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk berdoa kepada Allah SWT agar pandemik ini segara usai,” kata Wiku saat memberikan keterangan pers secara daring di kanal YouTube BNPB, Kamis (29/10/2020).

Baca Juga: [UPDATE] 1,1 Juta Orang di Dunia Meninggal Karena COVID-19

2. Islam melarang perbuatan dzolim kepada orang lain

Wiku: Maulid Nabi Muhammad Jadi Momen Berdoa Agar Pandemik BerakhirIDN Times/Tyas Hanina

Wiku menjelaskan, dalam ajaran Islam setiap individu dilarang berbuat zalim atau membahayakan diri sendiri dan orang lain. Oleh sebab itu perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dilakukan secara aman dengan memperhatikan protokol kesehatan secara disiplin.

“Tujuan utama perayaan Maulid Nabi adalah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengagungkan Rasul,” ujarnya.

3. Wiku ingatkan masyarakat untuk tetap di rumah saat momen libur panjang

Wiku: Maulid Nabi Muhammad Jadi Momen Berdoa Agar Pandemik BerakhirJuru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (Dok.Biro Pers Kepresidenan)

Epidemiolog dari Universitas Indonesia itu juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi area ramai, tidak berkumpul, dan tetap di rumah saja pada momen libur panjang pekan ini. Jika terpaksa untuk bepergian, maka lakukan testing sebelum dan sesudah perjalanan.

“Pemda pun harus mengawasi, identifikasi titik potensi kerumunan, melalukan pengawasan kedisiplinan protokol kesehatan di area wisata serta berkoordinasi dengan Forkopimda dan elemen masyarakat,” tuturnya.

 

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times

Baca Juga: [UPDATE] Total 404.048 Orang di Indonesia Terpapar COVID-19 Hari Ini

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya