Ini 5 Alasan Pemkot Surabaya Segel Taman Remaja

Rupanya banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola

Surabaya, IDN Times - Publik sempat dibuat kecewa atas ditutupnya Taman Remaja Surabaya (TRS) yang telah menjadi ikon pariwisata Surabaya selama 47 tahun. Pengelola TRS, PT Sasana Taruna Aneka Ria (STAR) mengaku tidak mengetahui alasan penutupan TRS. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pun tidak mau memberi keterangan terkait hal ini.

Akhirnya, Pemkot Surabaya melalui Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya Ira Tursilowati, menjelaskan alasan disegelnya taman bermain legendaris ini. "Jadi, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh PT Star ini, makanya Pemkot Surabaya melakukan penyegelan," ujarnya di ruangannya, Rabu (5/9).

1. Ketidaksesuaian bangunan dengan IMB

Ini 5 Alasan Pemkot Surabaya Segel Taman RemajaIDN Times/Fitria Madia

Ira menerangkan bahwa terdapat 12 bangunan yang tidak sesuai dan tidak termasuk dalam bangunan yang diizinkan sesuai IMB no 188.45/1291-92/402.5.09/1993 tanggal 30 April 1993. Izin IMB saat itu, ada 28 bangunan, tapi setelah dilakukan survei terakhir, sudah ada 40 bangunan. “Nah, 12 bangunan ini yang tidak sesuai dengan IMB tahun 1993,” terangnya.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) sebagai dinas yang bertanggung jawab dengan hal ini pun sudah mengeluarkan sanksi administratif berupa peringatan tertulis kesatu atau surat peringatan kesatu (SP 1) pada tanggal 25 Juli 2018. Lanjut Ira, SP 2 juga telah dikeluarkan pada tanggal 8 Agustus 2018. Terakhir, SP 3 akhirnya dilayangkan pada tanggal 15 Agustus 2018.

“Pada saat penerbitan SP 1 sampai SP 3 itu, memang ada beberapa tanggapan dari PT Star dan ada surat jawaban pula dari DCKTR. Karena memang melakukan pelanggaran, maka akhirnya DCKTR mengeluarkan surat pembekuan IMB pada tanggal 23 Agustus 2018,” terangnya.

2. Perjanjian Kerja Bersama belum diperbaharui dan BPJS tidak dibayarkan

Ini 5 Alasan Pemkot Surabaya Segel Taman RemajaIDN Times/Fitria Madia

PT Star juga tidak melakukan pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sesuai Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Untuk pelanggaran ini, Dinas Tenaga Kerja Surabaya sudah mengirimkan surat pemberitahuan pada tanggal 25 Juli 20018 mengenai kewajiban pengusaha melakukan pembaharuan dan pendaftaran PKB. “PT Star memang pernah mengajukan pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama kepada Dinas Tenaga Kerja Surabaya, tapi permohonannya ditolak karena belum memenuhi persyaratan dokumen TDP dan SIUP,” tuturnya.

Ia melanjutkan, dalam menyikapi pelanggaran ini Dinas Tenaga Kerja Surabaya meminta bantuan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Jatim untuk melakukan pemeriksaan terhadap PT Star. Dari pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa PT Star tidak membayar iuran BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan sejak November 2014.

3. Wahana tak terawat dan PBB nunggak

Ini 5 Alasan Pemkot Surabaya Segel Taman RemajaIDN Times/Fitria Madia

Selain itu, lanjut Ira, ditemukan pula bahwa PT Star tidak melakukan uji ulang atau pemeriksaan ulang secara berkala terhadap wahana permainan.

Lebih lanjut, PT Star juga menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sehingga surat tagihan dan surat teguran sudah dilayangkan kepada PT Star. "Bahkan, setelah ditelusuri, PT Star ini juga menunggak Pajak Parkir," ujarnya.

Baca Juga: Taman Remaja Surabaya Disegel, Pengelola Bingung Alasannya

4. Limbah B3 tidak diolah dengan baik

Ini 5 Alasan Pemkot Surabaya Segel Taman RemajaIDN Times/Fitria Madia

Pelanggaran berikutnya adalah temuan bahwa PT Star tidak mengolah limbah B3 sehingga melanggar pasal 59 ayat 1, ayat 3 UU no 32 tahun 2009 jo Pasal 3 ayat 1 PP no 101 tahun 2014. Selain itu, PT Star ini juga tidak memiliki bangunan TPS limbah B3, sehingga melanggar pasal 12 ayat 1 PP no 101 tahun 2014. Bahkan, PT Star ini tidak memiliki izin penyimpanan sementara limbah B3, sehingga melanggar Pasal 12 ayat 3 PP no 101 tahun 2014 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a perwali no 26 tahun 2010. “Dalam pelanggaran ini, Dinas Lingkungan Hidup sudah mengeluarkan teguran tertulis, pembekuan izin lingkungan dan terakhir pencabutan izin lingkungan pada tanggal 23 Agustus 2018,” tuturnya.

Ira melanjutkan, berdasarkan pendapat dari pakar apabila izin lingkungan sudah dicabut, maka izin usaha menjadi tidak berlaku. Hal itu berdasarkan ketentuan UU 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup pasal 40. “Jadi, pakar itu menemukan aturan bahwa pencabutan izin lingkungan yang dilakukan oleh DLH menjadi dasar untuk mencabut izin usaha, sehingga gugur semua izin-izinnya,” tegasnya.

5. Melanggar Perwali

Ini 5 Alasan Pemkot Surabaya Segel Taman RemajaIDN Times/Fitria Madia

Terakhir, PT Star juga dianggap telah melanggar Perwali nomor 25 tahun 2014 tentang tata cara penyelenggaraan usaha pariwisata. Salah satu bunyi dari perwali itu adalah setiap taman rekreasi harus memiliki luas 3 hektar, sedangkan PT Star hanya memiliki luas 1,6 hektar. “Atas pelanggaran ini, Dinas Pariwisata sudah menerbitkan surat pemberitahuan, surat peringatan 1 dan 2, lalu surat pembekuan sementara Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), hingga pembatalan TDUP,” pungkasnya.

Berdasarkan pelanggaran-pelanggaran tersebut, Dinas Pariwisata mengirimkan bantib atau permohonan penegakan perda ke Satpol PP Surabaya pada 27 Agustus 2018. Karena memang semua izinnya sudah gugur karena tidak mengelola limbah B3, maka Satpol PP pun mengirimkan surat pemberitahuan ke PT Star dan akhirnya dilakukan penyegelan pada 31 Agustus 2018. “Setidaknya, itulah berbagai pelanggaran yang dilakukan PT Star hingga akhirnya kami (Pemkot Surabaya) melakukan penyegelan,” tutupnya.

Baca Juga: Resmi Disegel, Netizen Ramai Ceritakan Kenangannya di Taman Remaja Surabaya

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya