Comscore Tracker

Tambah 30, Kelurahan dengan Nol Kasus COVID-19 di Surabaya Jadi 33

Pemkot Surabaya mampu memeriksa 3 ribu spesimen per hari

Surabaya, IDN Times - Kondisi pandemik COVID-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur kini semakin membaik. Bahkan, dalam waktu kurang dari satu bulan, jumlah kelurahan yang memiliki nol kasus di Kota Surabaya meningkat hampir dua kali lipat.

Kini, hanya tersisa 91 dari 154 kelurahan di Surabaya yang masih memiliki kasus COVID-19 aktif. Di sisi lain, dengan meningkatnya jumlah dan kapasitas tes virus corona di Surabaya, angka kesembuhan juga tetap tinggi.

Baca Juga: [LINIMASA-4] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

1. Jumlah kelurahan dengan nol kasus COVID-19 naik 30 kelurahan

Tambah 30, Kelurahan dengan Nol Kasus COVID-19 di Surabaya Jadi 33Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. IDN Times/Dok. Istimewa

Per Kamis (22/10/2020), terdapat 63 kelurahan yang memiliki nol kasus virus corona di Surabaya. Sebelumnya, per 12 Oktober 2020, terdapat 33 kelurahan di Surabaya yang sudah menyelesaikan permasalahan COVID-19 di wilayahnya. Bahkan, beberapa kelurahan sudah mempertahankan situasi tersebut tanpa adanya penularan virus corona selama dua bulan.

"Kami terus menjamin masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan tetap patuh melaksanakan 3C (menghindari close room, close distancing, crowded) dengan mengikutsertakan peran serta lintas sektor, di antaranya yakni Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Kamis.

2. Pemkot Surabaya sudah mampu memeriksa hingga 3.000 spesimen PCR per hari

Tambah 30, Kelurahan dengan Nol Kasus COVID-19 di Surabaya Jadi 33Ilustrasi rapid test (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Febri mengatakan saat ini Pemkot Surabaya sudah mampu memeriksa hingga 3.000 spesimen PCR di Labkesda Surabaya dalam sehari. Dengan demikian, deteksi dini terhadap COVID-19 terus dilakukan untuk meminimalisasi penularan dan keterlambatan penanganan virus corona.

“Kemudian, kami juga mensyaratkan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif bagi pelaku perjalanan. Terutama, bagi warga yang baru pulang dari bepergian. Atau warga luar kota yang menginap di Surabaya. Jadi tidak akan ada penularan virus yang dibawa dari luar daerah ke Surabaya," tuturnya.

3. Peran Kampung Tangguh dan Hotel Asrama Haji cukup membantu penekanan angka kasus COVID-19

Tambah 30, Kelurahan dengan Nol Kasus COVID-19 di Surabaya Jadi 33Wawali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi Kampung Tangguh. Dok Istimewa

Dua program andalan Pemkot Surabaya adalah Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dan Hotel Asrama Haji. Kampung Tangguh bertujuan agar warga bisa mengendalikan penularan di lingkungan terdekatnya masing-masing. Selain itu, juga sebagai pemantauan warga yang sedang isolasi mandiri.

Sementara, jika pasien tidak bisa isolasi mandiri, maka akan dibawa ke Hotel Asrama Haji. "Sehingga dapat menurunkan risiko penularan di masyarakat,” ungkap Febri.

4. Pelibatan berbagai pihak dalam pengontrolan di masyarakat

Tambah 30, Kelurahan dengan Nol Kasus COVID-19 di Surabaya Jadi 33Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, Febri mengatakan, pihaknya melakukan monitoring harian secara rutin bagi pergeseran status pelaku perjalanan, kontak erat maupun suspect atau probable di masing-masing kelurahan, untuk terus mendeteksi dini (early warning sistem) berbasis wilayah di bawah koordinasi Wani Jogo Suroboyo dan puskesmas. Dengan demikian, penularan COVID-19 dapat dicegah.

“Terakhir, melibatkan peran aktif Karang Taruna, PKK, Remas (remaja masjid) dan organisasi kemasyarakatan untuk menerapkan Program Sehat Mandiri, Bebas dari COVID-19 berbasis keluarga,” pungkas dia.

 

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times

Baca Juga: Memakai Obat Kumur Bisa Cegah COVID-19? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya