Comscore Tracker

Politisi PDIP Mundur dari Pilkada karena Merasa Dijegal Sesama Kader

Armuji merasa selalu dihalangi oleh kader PDIP lain

Surabaya, IDN Times - Bakal calon wakil wali kota Surabaya dari PDI Perjuangan, Armuji, secara mendadak mengundurkan diri dari pencalonan.

Armuji mengaku, langkah ini diambil karena beberapa pihak dari sesama kader PDI Perjuangan berusaha menjegalnya, hingga menciptakan suasana yang tidak nyaman.

Baca Juga: Paslon Pilkada 2020 Wajib Dapat Izin dari Gugus Tugas Sebelum Kampanye

1. Kecewa karena merasa selalu dihalangi oleh kader PDIP lain

Politisi PDIP Mundur dari Pilkada karena Merasa Dijegal Sesama KaderIDN Times/Fitria Madia

Armuji mengungkapkan, selama ia berkonsolidasi dengan sesama kader partai atau pihak lain, selalu ada yang berusaha menghalanginya. Ia pun kecewa dengan sikap tersebut. Padahal pihak yang menghalanginya berasal dari sesama kader PDI Perjuangan.

"Setiap kegiatan, ada yang ditegur. Saya ngajak seseorang tidak diperbolehkan. Ini tentunya sesama kader partai kan tidak boleh seperti itu. Kita harus bergotong royong, saling mendukung sesama kader," ujarnya saat menggelar jumpa pers di Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

2. Mundur karena merasa tak nyaman

Politisi PDIP Mundur dari Pilkada karena Merasa Dijegal Sesama Kaderidn media

Ia menuding bahwa pihak-pihak yang menghalanginya adalah pengurus DPC PDIP Surabaya. Mereka disebut sebagai pihak yang ingin mencalonkan diri sebagai Bacawali/Bacawawali Surabaya. Namun pada akhirnya Armuji merasa menjadi korban yang selalu dijegal.

"Saya memberi kesempatan beberapa pengurus DPC yang ingin maju tapi tidak mau mendaftar. Mereka yang sekarang ini juga menghalang-halangi saya untuk berkonsolidasi, maka dari itu saya lebih baik mundur," ungkapnya.

3. Bukan berasal dari tekanan partai

Politisi PDIP Mundur dari Pilkada karena Merasa Dijegal Sesama KaderIDN Times/Fitria Madia

Namun Armuji enggan menjelaskan lebih lanjut siapa pihak yang disebutnya telah menghalangi langkah politiknya. Yang pasti, ia menegaskan, bahwa tindakan mereka bukan berasal dari tekanan partai melainkan keputusan pribadi.

"Kalau tekanan dari internal partai tidak ada. Cuma, kalau ada hal-hal seperti itu kan tidak mengenakkan bagi saya. Karena mereka merasa sebagai pengurus, mungkin, merasa paling berhak karena saya cuma sebagai kader," sebutnya.

Baca Juga: KPU Pastikan Hanya 2 Paslon Independen yang Setor Berkas Pilwali 2020

4. Siap mendukung siapa pun yang direkomendasikan PDIP

Politisi PDIP Mundur dari Pilkada karena Merasa Dijegal Sesama KaderSekjen PDIP Hasto Kristiyanto mendampingi Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, Jakarta, Jumat (10/1). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Kini Armuji tidak terlalu berniat untuk mengejar jabatan sebagai wakil wali kota Surabaya. Ia memilih menjadi kader partai yang akan mendukung siapa pun yang nantinya mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Bagi saya jabatan itu bukan segalanya. Saya sudah dua kali menjabat sebagi ketua DPRD. Hal semacam itu bagi saya biasa. Kita gak perlu terlalu ngoyo sampai menjegal. Ini tentunya saya sadar. Kalau memang jatuh kepada seseorang, kita siap mendukung seluruhnya," ujar Armuji.

Baca Juga: Spanduk Banyak Tersebar, Puti: Saya Tidak Ada Niat Maju Pilwali

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya