Subur Triono, Anggota DPRD Kota Malang yang Kesepian

Kayak Hachi ya, tapi gak sebatang kara sih~

Malang, IDN Times - Subur Triono (39), tampak menyeruput secangkir kopi di mejanya. Sejenak ia memperhatikan beberapa pesan singkat, lalu menaruh kembali ponselnya. Sesekali anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PAN tersebut melontarkan guyonan bersama beberapa pria lainnya. 

Tak seperti hari-hari lainnya, Selasa (4/9), pagi itu ia hanya terlihat menandatangani beberapa berkas. Tak ada paripurna, hearing, atau bahkan rapat fraksi. Maklum, 41 dari 45 rekannya sesama anggota dewan tak lagi ngantor. Mereka harus menjadi pesakitan dalam kasus dugaan suap pengesahan APBD Perubahan Kota Malang tahun 2015. Mereka diduga mendapatkan uang pemulus dari Wali Kota nonaktif, Mochammad Anton agar anggaran tersebut diketok. 

Kini tinggal ia dan 4 orang anggota dewan lainnya yang tersisa. Tak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu keputusan partai dan pemerintah pusat.

1. Masih aktif meski kantor mati suri

Subur Triono, Anggota DPRD Kota Malang yang KesepianIDN Times/Fitria Madia

Meski keadaan DPRD sedang mati suri, Subur tetap ngantor. "Sudah 5 hari saya janjian sama Pak Agus untuk ke kantor. Bismillah saja kesini. Saya kira wartawan sudah gak ada, ternyata masih banyak," ujarnya sembari menunjuk-nunjuk laki-laki yang duduk bersamanya.

Subur memang dikenal dekat dengan wartawan. Sejak isu KPK mengincar DPRD kota Malang tahun lalu, Subur satu-satunya yang berani menjawab pertanyaan-pertanyaan para pewarta. Setiawan, salah satu rekan dari media elektronik pun mengakui itu. "Iya gitu. Yang lain menghindar, dia tetap berani memberi keterangan," tutur Setiawan sembari membenahi tripodnya.

2. Dekat dengan rekan yang saat ini ditahan

Subur Triono, Anggota DPRD Kota Malang yang KesepianIDN Times/Fitria Madia

Subur hanya membalas ujaran Setiawan dengan tawa. Tawanya yang mungkin tidak bisa dirasakan rekannya di rumah tahanan. Dengan nada agak lirih, Subur mengaku kesepian tanpa teman-temannya di gedung DPRD kota Malang ini. "Karena setiap hari bergaul dan berkomunikasi sama kita. Melihat foto beliau2 di media massa ya cukup sedih," jelasnya lirih.

Ia memang saat ini masih selamat. Tapi ketika ditanya tentang pengalamannya saat KPK gencar memeriksa kantong para anggota dewan, Subur menjawab ragu. Butuh waktu sekitar 10 detik untuknya berpikir setelah aku melontarkan pertanyaan. "Waktu itu saya di luar kota. Gak ikut digeledah," jawabnya sembari memainkan jari-jarinya.

3. Sempat terima uang suap

Subur Triono, Anggota DPRD Kota Malang yang KesepianIDN Times/Ardiansyah Fajar

Dalam persidangan Rabu (5/9) Subur mengaku pernah menerima uang dari mantan Ketua DPRD Malang Mohamad Arief Wicaksono sebesar Rp12,5 juta. Pemberian uang tersebut dilakukan di rumah Arief pada malam hari sebelum memasuki bulan puasa. "Sebelumnya sudah diberitahu kalau itu pokir (pokok pikiran) yang diberikan dalam bentuk uang. Besoknya saya dipanggil lagi diberi uang tambahan Rp5 juta. Itu malam hari," ujarnya saat persidangan.

Baca Juga: Tolak Uang Suap, Anggota DPRD Malang Sempat Terima Ancaman

4. Meski selamat, ia tidak bisa lanjut menjadi anggota dewan

Subur Triono, Anggota DPRD Kota Malang yang KesepianIDN Times/Fitria Madia

Pria kelahiran Blitar, 28 November ini sudah 15 tahun malang melintang di dunia legislatif. Namun langkahnya akan berhenti di periode ini. Ia tidak lolos pendaftaran Bacaleg lantaran 7 berkas yang tidak memenuhi syarat. Sehingga namanya terhapus dari Daftar Calon Sementara KPU kota Malang. Ketika ditanya akan lanjut kemana setelah gagal nyaleg? Subur memilih diam sembari memainkan ponselnya.

Saat ini Subur berstatus sebagai saksi. Ia aktif memberikan kesaksian saat dipanggil oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Bahkan sore itu, Subur sedang bersiap untuk ke Surabaya. Namun tidak ada yang tahu pasti. Apakah Subur selamanya akan berstatus saksi, ataukah menyusul rekannya di balik jeruji besi?

Baca Juga: Senin, Seluruh PAW DPRD Kota Malang Dilantik

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya