Comscore Tracker

BPOM Resmikan Lab Biohazard untuk Pengujian COVID-19

Kapasitasnya 300 sampel per hari

Jakarta, IDN Times - Badan Pegawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali meningkatkan kapasitasnya sesuai dengan standar Biosafety Level-2 (BSL-2), yaitu standar bagi laboratorium yang kegiatan pengujiannya berhubungan dengan organisme penyebab penyakit pada manusia dengan tingkat bahaya sedang (moderate). 

BSL-2 mensyaratkan protokol pengujian yang dapat mencegah kontaminasi virus di lingkungan sekitar, serta memberikan perlindungan maksimum bagi petugas laboratorium.

1. Badan POM miliki laboratorium biologi molekuler untuk tes COVID-19

BPOM Resmikan Lab Biohazard untuk Pengujian COVID-19Laboratorium Biohazard BPOM (Dok. Humas Badan POM)

Saat ini laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) milik BPOM memiliki laboratorium Biologi Molekuler, yang bisa digunakan untuk pengujian sampel terkait kasus dan dalam rangka rujukan nasional yang juga telah dimanfaatkan untuk pengujian spesimen COVID-19 dengan kapasitas 300 sampel per hari.

“Tidak hanya untuk pengujian COVID-19, tetapi laboratorium ini juga dapat dimanfaatkan untuk pengujian produk lain, seperti obat dan produk biologi yang bersifat karsinogenik/mutagenik/teratogenik, yang perlu fasilitas khusus. Termasuk pengujian dalam rangka bioterorisme,” ungkap Kepala Badan POM Penny Lukito, Rabu (20/5).

Baca Juga: Ini 8 Jenis Obat COVID-19 yang Terdaftar Secara Resmi pada BPOM

2. Sebanyak lima laboratorium Badan POM siap membantu percepatan uji spesimen COVID-19

BPOM Resmikan Lab Biohazard untuk Pengujian COVID-19Laboratorium Biohazard BPOM (Dok. Humas Badan POM)

Penny menyampaikan bahwa lima laboratorium Badan POM, yaitu PPPOMN dan laboratorium di 4 Balai Besar/Balai POM (Gorontalo, Makassar, Jayapura, Ambon) siap mendukung percepatan pengujian spesimen COVID-19.

Kapasitas pengujian spesimen COVID-19 sebanyak 300 sampel per hari oleh PPPOMN, 200 sampel/hari oleh Balai POM di Gorontalo, 150 sampel/hari oleh Balai Besar POM di Makassar, 90 sampel/hari oleh Balai Besar POM di Jayapura, dan 180 sampel/hari oleh Balai POM di Ambon.

Hingga Selasa (19/5), PPPOMN telah melakukan pengujian terhadap 1.065 sampel COVID-19. Selain PPPOMN, Badan POM juga memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 33 provinsi yang dilengkapi dengan fasilitas laboratorium terakreditasi. Beberapa di antaranya telah memiliki peralatan Real Time PCR (RT-PCR), sehingga dapat ditingkatkan kapasitasnya untuk melakukan pengujian COVID-19. UPT Badan POM yang telah melakukan pengujian spesimen dan hasil ekstraksi spesimen COVID-19, yaitu Balai POM di Gorontalo (777 sampel), Balai Besar POM di Jayapura (41 sampel), Balai POM di Ambon (153 sampel), dan Balai Besar POM di Makasar yang mulai beroperasi melakukan pengujian spesimen pada 18 Mei 2020 (19 sampel).

3. Gugus Tugas berharap pandemik COVID-19 segera berlalu

BPOM Resmikan Lab Biohazard untuk Pengujian COVID-19(Dok. Humas Badan POM)

Kepala Gugus Tugas Nasional, Doni Monardo mengapresiasi langkah Badan POM yang membantu pemerintah mempercepat pengujian COVID-19 di Indonesia. Ia berharap dengan diresmikannya laboratorium biohazard Badan POM yang memiliki kapasitas biosafety to plus yang diharapkan dapat menjamin keamanan dan keselamatan para personel penguji dan terus bekerja secara efektif serta dapat semakin meningkat setiap harinya

"Kita semua harus optimis dengan mematuhi protokol kesehatan maka pandemik ini secepatnya akan berlalu," ujar Doni.

Baca Juga: Pemerintah: Meski PSBB Dicabut, Indonesia Tetap Darurat Kesehatan

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya