Comscore Tracker

Cari Bukti Korupsi, KPK Geledah 2 Rumah dan Kantor di Pekanbaru  

KPK temukan dokumen terkait dugaan korupsi

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan sejumlah tempat di Kabupaten Kuantan Singigi (Kuansing), Pekanbaru, Riau. Hal ini dilakukan untuk mencari bukti terkait dugaan suap perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) di Kabupaten Kuansing.

"Pada Kamis, 21 Oktober 2021 Tim Penyidik telah selesai melakukan upaya paksa penggeledahan di tiga lokasi berbeda di Pekanbaru," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri, Jumat (22/10/2021).

1. KPK temukan dokumen terkait dugaan korupsi

Cari Bukti Korupsi, KPK Geledah 2 Rumah dan Kantor di Pekanbaru  Plt. Jubir bidang Penindakan KPK Ali Fikri saat OTT Bupati Kolaka Timur pada Rabu (22/9/2021). (dok. KPK)

Ali menjelaskan, Tim Penyidik KPK menemukan sejumlah bukti dugaan korupsi di tiga lokasi tersebut. Bukti yang ditemukan antara lain berupa catatan keuangan yang diduga terkait perkara.

"Selanjutnya bukti-bukti tersebut akan dicocokkan keterkaitannya dengan perkara ini dan dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara tersangka," jelas Ali.

Baca Juga: Bupati Kuansing Kena OTT KPK, Diduga Terkait Suap Izin Perkebunan

2. Daftar lokasi yang digeledah KPK

Cari Bukti Korupsi, KPK Geledah 2 Rumah dan Kantor di Pekanbaru  Gedung Merah Putih KPK dijaga oleh Polisi. (IDN Times/Aryodamar)

Tim Penyidik KPK menggeledah tiga lokasi berbeda di Pekanbaru. Lokasi yang digeledah adalah:

  1. Sebuah kantor di Kecamatan Limpa Pulu, Kota Pekanbaru, Riau
  2. Rumah kediaman di Tangkerang, Pekanbaru
  3. Rumah kediaman di Maharatu, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

3. Bupati Kuansing Andi Putra terjaring OTT

Cari Bukti Korupsi, KPK Geledah 2 Rumah dan Kantor di Pekanbaru  Ilustrasi Koruptor (IDN Times/Mardya Shakti)

Dalam kasus ini Bupati Kuansing periode 2021-2026 Andi Putra (AP) telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain Andi, KPK menetapkan General Manager PT AA yakni SDR sebagai tersangka yang terjadiring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

AP dan SDR sudah memiliki kesepakatan persetujuan agar perkebungan milik PT AA dijadikan perkebunan kemitraan dan AA diduga menerima uang Rp500 juta dari SDR.

Baca Juga: [BREAKING] KPK Lakukan OTT di Riau, Siapa yang Ditangkap?

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya