Comscore Tracker

COVID-19 di Jakarta Meroket, PSI: Anies Jangan Ragu Tarik Rem Darurat!

PSI belum lihat ada tanda-tanda pandemik di Jakarta menurun

Jakarta, IDN Times - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengkritik kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan dalam menangani pandemik COVID-19.

Fraksi PSI melihat belum ada tanda-tanda pandemik di Jakarta menurun. Padahal, PSBB transisi sudah berulang kali diperpanjang.

Ketua Fraksi PSI, Idris Ahmad mengatakan pihaknya mendesak Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan rem darurat yang sempat diutarakan Anies beberapa waktu lalu untuk meredam lonjakan kasus di Jakarta.

“Pengetatan ataupun pelonggaran aturan suatu hal yang lazim dilakukan pada saat Pandemi, terakhir kita lihat kota Manila dan Melbourne kembali memperketat pergerakan warga akibat lonjakan kasus. Gubernur Anies tidak boleh lengah dan ragu untuk menarik rem darurat,” ujar Idris, Selasa (4/8/2020).

1. PSBB transisi diperpanjang tiga kali, penurunan kasus COVID-19 belum terlihat

COVID-19 di Jakarta Meroket, PSI: Anies Jangan Ragu Tarik Rem Darurat!IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Saat ini, kata Idris, klaster virus corona atau COVID-19 di Jakarta sudah menyebar di lingkungan pasar tradisional hingga perkantoran. Menurutnya, masyarakat cenderung salah mengartikan perpanjangan PSBB transisi karena menganggap sudah kembali normal.

“Tidak ada perbedaan dari tiga kali perpanjangan ini, kita tidak bisa berharap ada perubahan hasil kalau Pemprov DKI hanya berpangku tangan dan sekadar memperpanjang status tanpa ada upaya pencegahan,” katanya.

Baca Juga: Pak Anies, Kebijakan Ganjil-genap saat Pandemik Dinilai Gak Jelas Nih!

2. PSI berharap kebijakan rem mendadak bukan cuma ancaman semu

COVID-19 di Jakarta Meroket, PSI: Anies Jangan Ragu Tarik Rem Darurat!IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Menurut Idris, Anies beberapa kali berjanji akan menarik rem mendadak apabila angka penularan terus melonjak tinggi. Namun hingga saat ini belum pernah jelaskan seperti apa kebijakan rem mendadak yang dimaksud.

“Yang terjadi adalah informasi simpang siur di masyarakat, kebijakan rem mendadak hanya menjadi ancaman semu karena hanya Gubernur Anies yang tahu apa maksudnya,” katanya.

3. Anies sempat beberapa kali sebut rem darurat

COVID-19 di Jakarta Meroket, PSI: Anies Jangan Ragu Tarik Rem Darurat!Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (IDN Times/Aryodamar)

Anies sempat berulang kali mengancam akan menerapkan kebijakan rem darurat, sehingga psbb transisi akan diperketat seperti sebelumnya. Terakhir, ia mengingatkan soal rem darurat ketika kasus COVID-19 di Jakarta memecah rekor tertinggi sebanyak tiga kali dalam lima hari.

"Jangan sampai situasi ini berjalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat. Bila itu terjadi, maka kita semua kembali di dalam rumah. Perekonomian terhenti, keagamaan terhenti, sosial terhenti. Kita semua yang akan merasakan kerepotannya," jelas Anies pada Minggu 12 Juli 2020.

Baca Juga: Ganjil Genap Aktif Lagi, PSI: Mungkin Pak Anies Lelah dan Bingung

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya