Comscore Tracker

ICW: KPK Tak Pernah Serius Cari Harun Masiku

KPK dinilai takut bongkar skandal suap Harun Masiku

Jakarta, IDN Times - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak pernah serius mencari eks kader PDI Perjuangan Harun Masiku yang masih menjadi buronan. Menurut ICW masalah pencarian Harun Masiku bukan terletak pada pegawai melainkan pimpinan KPK.

"ICW mensinyalir Pimpinan KPK tidak mau menangkap Harun Masiku karena khawatir pengembangan perkaranya dapat menyasar elite partai politik tertentu. Hingga saat ini ICW tidak melihat adanya keseriusan dari Pimpinan KPK untuk mendeteksi keberadaan mantan calon anggota legislatif asal PDIP tersebut," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Senin (2/8/2021).

1. KPK dinilai takut bongkar skandal suap Harun Masiku

ICW: KPK Tak Pernah Serius Cari Harun Masiku(Ilustrasi eks caleg PDI Perjuangan Harun Masiku) IDN Times/Arief Rahmat

Selain itu ICW menduga pimpinan KPK terkesan enggan dan takut membongkar tuntas skandal suap Pergantian Antar-Waktu (PAW) anggota DPR. Sebab, ada beberapa kejadian yang mengindikasikan itu.

"Misalnya, kegagalan penyegelan kantor partai politik, dugaan intimidasi pegawai di PTIK, pengembalian paksa Penyidik Rossa Purbo Bekti ke Kepolisian, dan pemberhentian pegawai yang tergabung dalam tim buronan KPK melalui tes wawasan kebangsaan," kata Kurnia.

Baca Juga: KPK Panggil Daniel Tonapa Masiku, Kerabat Eks Caleg PDIP Harun Masiku

2. Red notice harun Masiku dinilai sebagai cara Firli redam kritik publik

ICW: KPK Tak Pernah Serius Cari Harun MasikuANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Menurut ICW, red notice bagi Harun Masiku hanya upaya KPK meredam kritik publik. Namun, menurut ICW hal itu tak akan berhasil.

"Sebab, kebobrokan KPK di bawah komando Firli Bahuri sudah sangat akut dan sulit untuk ditutupi dengan cara apa pun," ujarnya.

3. Harun Masiku jadi tersangka suap Komisoner KPK Wahyu Setiawan

ICW: KPK Tak Pernah Serius Cari Harun MasikuDok. IDN Times

Harun Masiku ditetapkan sebagai tersangka usai menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Suap dilakukan untuk Pergantian Antarwaktu (PAW) dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) 1 Riezky Aprilia, kepada Harun Masiku.

Selain itu, suap dilakukan untuk menggantikan anggota DPR PDIP terpilih yang meninggal dunia bernama Nazarudin Kiemas. Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fredelina didakwa menerima suap Rp600 juta. Harun disebut kabur ke luar negeri namun hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Untuk mencari Harun, KPK mengatakna telah bekerjasama dengan sejumlah pihak mulai dari Polisi sampai NCB Interpol. Kini, Harun sudah menjadi buronan internasional

Baca Juga: Ultimatum KPK: Sengaja Sembunyikan Harun Masiku Bisa Dipidana! 

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya