KPK Ternyata Sempat Datangi Rumah Mahendra Dito, Tapi Hasilnya Nihil

KPK sudah panggil Dito Mahendra tiga kali

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata sempat datang ke rumah saksi dugaan pencucian uang eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Mahendra Dito. Namun, Dito tidak berhasil ditemukan.

"Terkait ini untuk saksi ini KPK sebenarnya juga sudah mendatangi rumah sesuai dengan data administrasi kependudukan. Namun, tidak diketahui keberadaanya," ujar Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (6/1/2023).

1. KPK harap Dito kooperatif

KPK Ternyata Sempat Datangi Rumah Mahendra Dito, Tapi Hasilnya NihilJuru Bicara KPK Ali Fikri (IDN Times/Aryodamar)

Dito diharapkan kooperatif dengan memenuhi panggilan atau menjawab panggilan KPK. Sebab, keterangan Dito dalam kasus ini sangat penting.

"Keterangannya sangat dibutuhkan untuk menjadi lebih jelas dan terangnya perbuatan tersangka NHD terkait dengan tindak pidana pencucian uang," jelas Ali.

Baca Juga: Mangkir Pemeriksaan Berulang Kali, KPK akan Cari Dito Mahendra

2. KPK sudah panggil Dito Mahendra tiga kali

KPK Ternyata Sempat Datangi Rumah Mahendra Dito, Tapi Hasilnya Nihil(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Dito Mahendra dalam kasus ini telah dipanggil Tim Penyidik KPK tiga kali. Selain pada Kamis, 5 Januari 2022, Dito juga pernah dipanggil pada 8 November 2022 dan 21 Desember 2022.

Namun, Dito tidak pernah hadir. Ia pun diminta kooperatif memenuhi panggilan KPK.

3. Nurhadi sudah dijebloskan ke penjara

KPK Ternyata Sempat Datangi Rumah Mahendra Dito, Tapi Hasilnya Nihil(Eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi) ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Diketahui, Nurhadi telah dijebloskan ke LP Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat karena terbukti menerima suap penanganan perkara senilai Rp49 miliar. Ia akan dikurung selama enam tahun di sana.

Eksekusi itu berdasarkan putusan MA RI Nomor: 4147 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Desember 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT DKI Jakarta Nomor: 12/PID.SUS-TPK/2021/PT DKI tanggal 28 Juni 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 45/Pid.Sus TPK/2020/PN.Jkt.Pst tanggal 10 Maret 2021.

Kemudian, KPK mengembangkan kasus korupsi ke dugaan pencucian uang. Nurhadi diduga mengalihkan aset dari uang yang diterimanya.

Baca Juga: KPK Usut Aset Eks Sekretaris MA Nurhadi Melalui Wakil Bupati Blitar

Topik:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya