Comscore Tracker

Persentase Kematian COVID-19 Jakarta 3,6 Persen, Wagub DKI Bersyukur 

"Kami di DKI bersyukur angka kematian menurun..."

Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan rasa syukurnya. Sebab, persentase kematian akibat pandemik viris corona atau COVID-19 turun menjadi 3,6 persen. Hal tersebut diungkapkan Riza kepada wartawan, Senin (17/8/2020).

"Kami di DKI bersyukur angka kematian menurun. Sekarang 3,6 persen. Itu upaya kami," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta.

1. Riza sebut penanganan COVID-19 di Jakarta sudah baik

Persentase Kematian COVID-19 Jakarta 3,6 Persen, Wagub DKI Bersyukur Wagub DKI Jakarta Riza Patria di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta (Dok. Humas Pemprov DKI Jakarta)

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 995 dari 29.554 kasus terkonfirmasi positif telah dinyatakan meninggal dunia. Menurut Riza, bila persentase kematian menurun, maka usaha Pemprov DKI Jakarta membaik.

"Kekebalan tubuh warga semakin membaik, penanganan kami baik," ujarnya.

Baca Juga: Wow! Jakarta Pusat Jadi Wilayah dengan Kasus Aktif COVID-19 Terbanyak

2. Kapasitas fasilitas kesehatan di Jakarta masih tersisa 55 persen

Persentase Kematian COVID-19 Jakarta 3,6 Persen, Wagub DKI Bersyukur Ilustrasi ambulans dan tenaga medis. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Riza juga mengklaim fasilitas kesehatan di Jakarta masih tersisa 55 persen. Saat ini, Pemprov DKI menyediakan  67 rumah sakit rujukan,dari total Rumah Sakit itu total keseluruhan tempat tidur yang disediakan sebanyak 4.556 untuk ruang isolasi sebanyak 659.

"Sarana, pra-sarana kita baik. Jakarta termasuk yang terbaik rumah sakitnya, ICU, tempat tidur, apalagi laboratorium. PCRnya petugas dokternya. Perawatnya. Okupansinya juga masih 55 persen. Artinya masih ada. Tapi kami ingin kecil dan angkanya terus turun," ujarnya.

3. Masyarakat diminta sadar protokol kesehatan

Persentase Kematian COVID-19 Jakarta 3,6 Persen, Wagub DKI Bersyukur Ilustrasi millennials (IDN Times/Panji Galih Aksoro)

Ketua DPP Partai Gerindra ini meminta supaya seluruh masyarakat Jakarta mematuhi semua protokol kesehatan dan pencegahan penularan COVID-19. Sebab, menurut Riza akan percuma bila aturan dibuat namun kesadaran masyarakat rendah.

"Yang dibutuhkan kesadaran masyarakat. Dalam kondisi seperti ini 80 persen adalah kesadaran dan kepatuhan warga. Jadi sehebat apa pun regulasi yang dibuat pemerintah, aparat yang dihadirkan dan sanksi yang diberikan hanya memberikan kontribusi 20 persen," pungkasnya.

Baca Juga: Anies: Pandemik COVID-19 di Nasional Lebih Bahaya dari Jakarta!

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya