Comscore Tracker

Soal Kinerja Menkes Terawan, Jokowi: Kalau Ada yang Kecewa Itu Wajar

"Saya melihat dokter Terawan bekerja sangat keras" 

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi salah satu yang paling disorot selama pandemik virus corona atau COVID-19 masih menghantui berbagai belahan dunia khususnya ketika masuk ke Indonesia. Sebab, Terawan sempat menyebut di Indonesia tidak ada virus corona bahkan membantah pernyataan sejumlah pihak yang bertentangan.

Bahkan, sempat ada desakan sejumlah pihak agar Terawan dicopot dari posisinya. Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko "Jokowi" Widodo memberi pembelaan.

1. Wajar ada yang kecewa dengan Terawan

Soal Kinerja Menkes Terawan, Jokowi: Kalau Ada yang Kecewa Itu WajarDok. Biro Pers Kepresidenan

Jokowi mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan Terawan berisiko. Menurutnya tidak ada yang sempurna di dunia ini termasuk Terawan.

“Kalau ada yang kecewa, itu wajar. Setiap pekerjaan ada yang menilai, setiap keputusan ada risikonya," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif Mata Najwa yang disiarkan Trans 7, Rabu (22/4).

Baca Juga: Instruksi Jokowi soal Pembagian Stimulus Ekonomi: Transparan!

2. Terawan sudah bekerja keras

Soal Kinerja Menkes Terawan, Jokowi: Kalau Ada yang Kecewa Itu WajarMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Sebagai Menteri Kesehatan, Jokowi mengatakan bahwa Terawan tak hanya menangani masalah virus corona. Ada masalah lain yang ia tangani di Indonesia seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Saya melihat dokter Terawan bekerja sangat keras," kata Jokowi.

3. Terawan sempat munculkan kontroversi

Soal Kinerja Menkes Terawan, Jokowi: Kalau Ada yang Kecewa Itu WajarANTARA FOTO/Humas Kementerian Kesehatan

Kontroversi Terawan dalam menghadapi COVID-19 sempat membuatnya didesak mundur. Salah satunya adalah sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil yang menganggap Terawan bersikap pongah, menganggap enteng dan anti-sains. Sikap Terawan itu dinilai berimbas pada hilangnya kewaspadaan.

"Sejak awal di Januari/Februari, virus corona mulai merebak di negara lain (China, Korea Selatan), dan mulai masuk ke negara tetangga (Thailand, Singapura), sikap Menkes itu meremehkan dan cenderung tidak berbasis bukti ilmiah. Misal dengan menyarankan banyak berdoa," ungkap narahubung Koalisi Masyarakat Sipil, Ricky Gunawan, saat dihubungi IDN Times pada Rabu (18/3) malam.

Baca Juga: Dinilai Tertutup soal COVID-19, Menkes Terawan Didesak Mundur!

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya