Comscore Tracker

Viral Penyidik KPK Intervensi Hakim, Wamenkumham: Itu Video Lama

Ada yang mencoba memperkeruh kondisi KPK saat ini

Jakarta, IDN Times - Beredar viral di media sosial sebuah video diduga Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintervensi hakim. Mengenai video itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM Eddy Omar Sharif Hiariej membantahnya.

"Video yang beredar adalah video lama dalam acara bedah buku di Kampus UII lama sekitar 22 Januari 2019," ujarnya seperti dilansir ANTARA, Sabtu (8/5/2021).

 

1. Wamenkumham sayangkan ada pemberitaan tanpa konfirmasi

Viral Penyidik KPK Intervensi Hakim, Wamenkumham: Itu Video LamaIlustrasi Jurnalis. IDN TImes/Arief Rahmat

Eddy menyayangkan beredarnya video tersebut. Sebab, menurutnya hal itu tak etis dan ada media massa yang memberitakan hal tersebut tanpa proses klarifikasi.

"Berita yang dimuat diambil sepenuhnya dari video dan informasi media sosial tanpa klarifikasi kepada saya," kata Eddy.

 

Baca Juga: Ada Soal Ucapan Natal dan Pacaran di Tes Wawasan Kebangsaan KPK?

2. Wamenkumham menduga ada yang ingin memperkeruh suasana

Viral Penyidik KPK Intervensi Hakim, Wamenkumham: Itu Video LamaWamenkumham Edward Omar saat meninjau Lapas Kedungpane Semarang. Dok Humas Lapas Kedungpane

Ia mengungkapkan bahwa video itu sempat viral pada Agustus-September 2019, ketika Undang-Undang KPK tengah direvisi. Kini, saat KPK sedang mendapat sorotan, video itu kembali viral dan beritanya dimuat oleh media daring.

"Tampaknya ada yang mau mencoba framing video lama yang dikaitkan dengan situasi terkini untuk memperkeruh suasana," katanya.

3. Media massa diharapkan mengedepankan integritas

Viral Penyidik KPK Intervensi Hakim, Wamenkumham: Itu Video LamaWakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej saat membuka acara Rapat Koordinasi Teknis Implementasi Renstra Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) 2020-2024, Selasa (30/3/2021). Dok. Kemenkumham

Eddy meminta agar media massa bukan semata mengejar kecepatan dan jumlah pembaca dengan cara menyajikan berita kontroversial tanpa upaya keberimbangan. Ia berharap media lebih mengedepankan integritas.

"Harap pers dalam menerbitkan berita lebih beretika dan bermartabat apalagi memperkeruh suasana di tengah perhatian kita bersama untuk menanggulangi pandemi COVID-19," ujar dia.

Baca Juga: Busyro Muqqodas: Tidak ada Taliban di KPK, Itu Hoaks Buzzer!

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya