Comscore Tracker

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Meninggal Akibat COVID-19

Nadjmi sempat dirawat selama dua pekan

Jakarta, IDN Times - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani, meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19 pada Senin (10/8/2020) pukul 02.30 WITA. Nadjmi mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin.

"Saat ini jenazahnya masih berada di rumah sakit," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakot Banjarbaru, Dedi Sutoyo, seperti dikutip dari Antara, Senin (10/8/2020).

1. Wali Kota Nadjmi sempat dirawat selama dua pekan

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Meninggal Akibat COVID-19Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Nadjmi sempat dirawat di rumah sakit selama dua pekan setelah dinyatakan positif COVID-19 pada Juli 2020.

Kemudian, Minggu (9/8) siang, kondisi kesehatan orang nomor satu di jajaran Pemkot Banjarbaru tersebut menurun karena kadar oksigen dalam darah rendah, sebelum dinyatakan meninggal Senin dini hari.

2. Kasus positif COVID-19 di Indonesia capai 125.396

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Meninggal Akibat COVID-19Ilustrasi kasus virus corona. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Kementerian Kesehatan merilis pertambahan kasus positif COVID-19 pada Minggu (9/8/2020) sampai pukul 12.00 WIB sebanyak 1.893 kasus. Dengan demikian total kasus COVID-19 mencapai 125.396.

Peningkatan kasus positif juga diiringi penambahan pasien sembuh sebanyak 1.646. Sehingga total kasus sembuh COVID-19 mencapai 80.952.

3. Total jumlah pasien yang meninggal mencapai 5.658 jiwa

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Meninggal Akibat COVID-19Keluarga pasien meninggal di Balikpapan melakukan pemeriksaan di RSKD (Dok.IDN Times/Istimewa)

Adapun jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia juga bertambah. Sebanyak 65 pasien meninggal karena COVID-19 hari ini, sehingga total jumlah pasien yang meninggal mencapai 5.658 jiwa.

Pemerintah sebelumnya telah menjelaskan bahwa pemakaman dari jenazah COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keagamaan. Sehingga, tidak perlu ada lagi penolakan terhadap pemakaman COVID-19.

Baca Juga: Virus COVID-19 Menular Lewat Udara, Ketua Tim Pakar COVID-19 Tanya WHO

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya