Comscore Tracker

3 Pesan Ridwan Kamil Buat Kamu yang Main Medsos dan Menanggapi Hoaks

Tiru cara kang Emil main medsos biar makin gaul

Jakarta, IDN Times - Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil atau akrab disapa kang Emil khawatir dengan situasi saat ini, yang ia sebut semakin tidak damai dan makin berbahaya, salah satunya karena makin banyaknya hoaks atau berita bohong.

“Dunia makin gak damai, tapi makin bahaya. Berita bohong makin banyak, hoaks makin banyak,” kata kang Emil dalam acara Millennials Fest di Thamrin, Jakarta, Minggu (28/10).

Mantan Wali Kota Bandung ini berpesan tiga hal, agar kamu makin bijak bermain media sosial (medsos), termasuk supaya tidak mudah termakan hoaks. Yuk simak pesan kang Emil!

Baca Juga: Polri Buru Penyebar Surat Hoaks Pemanggilan Kapolri oleh KPK

1. Harus jadi generasi yang tabayyun

3 Pesan Ridwan Kamil Buat Kamu yang Main Medsos dan Menanggapi HoaksInstagram.com/@ridwankamil

Pertama, pesan kang Emil, begitu kamu mendapat informasi, jangan langsung percaya, apalagi asal menyebarkan. Kamu harus mencari kejelasan tentang informasi itu hingga jelas benar keadaannya, atau istilahnya tabayyun.

“Mending telat sedikit tapi informasi dapet (akurat). Daripada baca berita langsung emosi, langsung di-forward, langsung marah-marah, ternyata salah,” kata dia.

2. Batin kamu harus tenang kalau baca berita

3 Pesan Ridwan Kamil Buat Kamu yang Main Medsos dan Menanggapi HoaksAntara FOTO/Novrian Arbi

Dengan semakin cepat dan meluapnya informasi, kata Emil, kamu perlu tenang dalam membaca informasi atau berita itu. Kalau kamu gegabah malah batin kamu bisa menjadi gak tenang, loh.

“Maka batin kita harus tenang dengan berita yang ada, karena berita-berita itu bisa menganggu kita,” pesan dia.

3. Ikuti cara bijak kang Emil main medsos

3 Pesan Ridwan Kamil Buat Kamu yang Main Medsos dan Menanggapi Hoaksridwankamil/instagram

Kang Emil juga memberitahukan bagaimana dia mengelola medsosnya. Ada empat prinsip yang ia gunakan ketika mengunggah di medsos. Pertama adalah unggah agendanya, kedua adalah menjawab hal-hal negatif atau melakukan verifikasi.

“Ketiga edukasi dengan nasihat dan keempat mem-posting kepribadian bahwa bapak gubernur juga manusia biasa. Ada capek, romantis, ada marah dan seterusnya,” pungkas Emil.

Bagaimana saran dari kang Emil, guys?

Baca Juga: Menkominfo: Hoaks Cepat Menyebar di Kalangan Orang Tua 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya