Comscore Tracker

Luhut: Kita Tidak Kenal Lockdown, Kita Kenalnya Karantina

Luhut meminta istilah lockdown tidak dipakai lagi

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak lagi menggaungkan istilah lockdown, sebagai salah satu upaya menghentikan penyebaran virus corona. Alih-alih lockdown, kata Luhut, pemerintah memakai istilah karantina.

“Nanti terminologinya dicari juga kita tidak kenal lockdown, kita kenalnya dikarantina, undang-undang nih yah, jadi jangan kita pakai lagi istilah lockdown itu,” kata Luhut dalam video konferensi yang diunggah di YouTube Kemenko Marves, Selasa (31/3).

Baca Juga: Luhut: Virus Corona Melemah di Bulan April

1. Data kasus virus corona di Indonesia

Luhut: Kita Tidak Kenal Lockdown, Kita Kenalnya KarantinaMenteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas tentang hilirisasi industri produk-produk unggulan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/2/2020) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Sebelumnya, Juru Bicara Penanganan Virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan, kasus virus corona di Indonesia semakin bertambah menjadi 1.414 kasus per Senin (30/3).

Jumlah pasien meninggal akibat virus corona di Indonesia juga bertambah yakni sebanyak 8 orang, sehingga menjadi 122 orang. Sementara pasien sembuh menjadi 75 orang.

2. Tingkat kematian di Indonesia akibat virus corona, terbesar ke-2 di dunia

Luhut: Kita Tidak Kenal Lockdown, Kita Kenalnya KarantinaIDN Times/Reja Gussafyn

Dari jumlah kasus virus corona tersebut, Indonesia adalah negara ke-37 teratas dengan jumlah virus corona terbanyak di dunia. Selain itu, Indonesia merupakan negara yang memiliki case fatality rate atau tingkat kematian tertinggi kedua di dunia dengan angka 8,63 persen.

"Yang pertama adalah penambahan konfirmasi kasus positif sebanyak 129 orang, sehingga total 1.414," kata Yuri dalam siaran langsung di TVRI, Senin (30/3).

Yuri menyampaikan, penambahan kasus tersebut terhitung sejak Minggu (29/3) pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Senin 30 Maret pukul 12.00 WIB.

Berikut lima negara dengan CFR virus corona tertinggi di dunia:

  1. Italia 11,3 persen
  2. Indonesia 8,63 persen
  3. Spanyol 8,62 persen
  4. Iran 6,89 persen
  5. Prancis 6,49 persen

3. Virus corona di dunia telah mencapai 787.273 kasus

Luhut: Kita Tidak Kenal Lockdown, Kita Kenalnya KarantinaIlustrasi Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Dilansir dari www.worldometers.info, jumlah kasus virus corona di dunia kini telah mencapai 787.273 kasus.

Dari jumlah itu, virus corona telah menyebabkan kematian 37.846 orang dan 165.935 orang sembuh.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, Nasabah KPR Bisa Tunda Bayar Cicilan Rumah

Topic:

  • Sunariyah
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya