Comscore Tracker

Luhut: OTT KPK Tidak Buat Orang Jera Korupsi 

"Jangan biarkan orang korupsi kalau masih bisa diingatkan"

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menilai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan membuat orang jera. Kunci pemberantasan korupsi menurut Luhut adalah pencegahan.

"Pengalaman saya hampir 7 tahun di kabinet ini, pencegahan baru terakhir-terakhir ini baru makin baik dan itu sangat penting, tidak sekadar OTT. Karena OTT sudah kita lihat tidak buat orang jera," kata Luhut dalam acara di KPK, Selasa (13/4/2021).

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan Senang Banyak Koruptor Terjaring OTT KPK

1. Jangan biarkan orang terjerumus korupsi kalau masih bisa diingatkan

Luhut: OTT KPK Tidak Buat Orang Jera Korupsi Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok. Kemenko Marves)

Luhut berharap ke depannya KPK semakin mengedepankan tindak pencegahan daripada OTT. Ia bahkan menyebut koordinasi pemerintah dengan KPK akhir-akhir ini sangat baik.

"Saya juga selalu mengedepankan ini, karena pencegahan itu lebih penting, jangan biarkan orang terjerumus kalau masih bisa kita ingatkan," ucapnya.

2. Pesan Luhut buat KPK

Luhut: OTT KPK Tidak Buat Orang Jera Korupsi Ilustrasi gedung Merah Putih KPK (www.instagram.com/@official.kpk)

Luhut juag mengapresiasi kinerja KPK di bawah kepemimpinan Ketua KPK Firli Bahuri. Ia berpesan bahwa KPK harus lebih kokok dan tidak boleh menjadi alat politik ataupun kekuasaan.

"Tapi hanya melaksanakan tugas utamanya ada tiga yaitu pengawasan itu kunci, pencegahan dan kemudian penindakan. Pencegahan ini satu faktor penting," katanya.

Baca Juga: Luhut Ungkap Kenapa Dirinya Suka Urusi Banyak Hal

3. Peran KPK dalam mengawasi proyek pemerintah

Luhut: OTT KPK Tidak Buat Orang Jera Korupsi ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia ke-19 ini mengatakan peran KPK diperlukan dalam tiap proyek besar agar meminimalisasi kerugian dan potensi korupsi yang ada sehingga membuat anggaran negara menjadi lebih efisien.

Luhut mencontohkan proyek seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung hingga pelabuhan dalam rangka pelaksanaan Indonesia National Single Window (INSW). "Banyak yang bisa kita hemat di sana kalau dari perencanaan KPK juga ikut terlibat, melihat sendiri," ucapnya.

"At the end semua di negeri kita berbicara mengenai cost, bagaimana kita menghemat, efisiensi dan kolaborasi dengan bagus, sehingga peluang orang melakukan korupsi makin kecil," katanya menambahkan.

Baca Juga: Susunan Anggota Satgas Pemburu Aset BLBI: Dari Mahfud hingga Luhut

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya