Maruf Amin Diundang PM Malaysia Mahathir, Ini 3 Isi Pertemuan Mereka

Apa saja?

Jakarta, IDN Times – Sehari setelah pengumuman Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin diundang bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad, Sabtu (8/9), di kediaman pribadi Mahathir, di Mines Residence, Kembangan, Malaysia.

Berikut ini adalah 3 isi pertemuan Rois Aam PBNU dan Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) non aktif itu dengan Mahathir.

1. Ucapan selamat untuk Mahathir

Maruf Amin Diundang PM Malaysia Mahathir, Ini 3 Isi Pertemuan MerekaDok. IDN Times

Dalam kunjungan tersebut, Ma’ruf menghaturkan tahniah atau ucapan selamat kepada Mahathir yang telah dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia pada 9 Mei 2018 lalu. Mahathir yang kini berusia 93 tahun itu akan memimpin Malaysia hingga lima tahun ke depan.

"Dr. Mahatir Muhammad yang memimpin Malaysia untuk yang kelima kalinya merupakan tokoh senior yang terkemuka baik di Asia dan Internasional yang sarat dengan pengalaman mumpuni dan nasionalisme yang sangat meyakinkan dalam dinamika politik ekonomi global," ujar Kyai Ma'ruf.

Baca Juga: Datangi MUI, Sukmawati Cium Tangan KH Maruf Amin

2. Hubungan Indonesia dan Malaysia semakin baik

Maruf Amin Diundang PM Malaysia Mahathir, Ini 3 Isi Pertemuan MerekaDok. IDN Times

Ma’ruf juga yakin persaudaraan Malaysia dan Indonesia akan semakin baik di era kepemimpinan Mahatir. Hal ini sudah dibuktikan oleh pilihan Mahatrhir yang menjadikan Indonesia sebagai negara  pertama yangil dikunjungi setelah pelantikannya.

3. Pesan Ma’ruf untuk WNI melalui Mahathir

Maruf Amin Diundang PM Malaysia Mahathir, Ini 3 Isi Pertemuan MerekaIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Kesempatan ini digunakan oleh Ma’ruf untuk menitipkan warga negara Indonesia yang beraktivitas di Malaysia di banyak sektor mulai dari pendidikan, tenaga kerja, bisnis dan lain sebagainya.

"Kita berharap agar para WNI yang beraktivitas di Malaysia dipandang tidak hanya sebagai warga negara yang serumpun dan mitra kerja namun lebih jauh dari itu hendaknya dilihat sebagai saudara sehingga kendala dan pelbagai permasalahan yang kemungkinan muncul dapat terselesaikan secara kekeluargaan dan persaudaraan," jelasnya.

Mahathir pun menyambut gembira kunjungan KMA. Dan berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama bilateral antara dua negara serumpun ini.

"Hubungan kedekatan Malaysia dan Indonesia bukan hanya sebagai dua negara yang bertetangga secara kewilayahan namun juga selama puluhan tahun terjalin relasi spiritual dan kultural. Kedua negara ini adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang berorientasi ahlus sunnah waljamaah, dan telah berlangsung aliran tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia dalam jumlah besar yang tentunya ikut mempengaruhi kebudayaan Malaysia. Dalam kunjungan saya ke Indonesia pun, saya bersama Presiden Indonesia sudah sepakat untuk meningkatkan hubungan yang telah terjalin ini," kata Mahathir.

Baca Juga: Ma'ruf Amin Minta Dukungan, Muhammadiyah Pastikan Tetap Netral

Topik:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya