Comscore Tracker

Warga Gak Disiplin Terapkan PSBB, Luhut: Sejujurnya Saya Gak Happy

Warga Indonesia beda dengan negara lain yang lebih disiplin

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tidak senang dengan ketidakdisiplinan masyarakat menghadapi ancaman virus corona. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi mencegah penularan virus ini.

"Sejujurnya gak happy lihat itu ya (ketidakdisiplinan). Rakyat kita banyak gak sadar kalau masuk daerah tanpa masker, penularann bisa tinggi," kata Luhut dalam wawancara bersama Radio Republik Indonesia (RRI), Senin (25/5)

1. Minta para tokoh dan intelektual agar masyarakat disiplin

Warga Gak Disiplin Terapkan PSBB, Luhut: Sejujurnya Saya Gak HappyDok. Biro Pers Kepresidenan

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengatakan perlu peran para tokoh dan intelektual untuk menegakkan kedisiplinan di masyarakat di masa pandemik COVID-19 ini. Para tokoh harus melakukan promosi dan sosialisasi terus menerus.

"Tokoh-tokoh itu sudah diingatkan supaya mematuhi protokol itu. Kalau ini jalan tidak akan ada masalah. Presiden berkali-kali berikan peringatan. Tokoh-tokoh jangan cuma kritik saja," katanya.

2. Luhut bandingkan dengan negara lain

Warga Gak Disiplin Terapkan PSBB, Luhut: Sejujurnya Saya Gak Happy(CEO Softbank Masayoshi Son tengah berbincang dengan Luhut Pandjaitan) ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Ia mengatakan banyak masyarakat yang sudah tidak tahan ingin keluar rumah. Eks Menkopolhukam ini lalu membandingan Indonesia dengan negara lain yang sudah memperbolehkan warga negaranya keluar rumah tapi tetap disiplin.

"Kita masih kalah disiplin sama negara-negara lain. Kalau sudah dibuka, mereka tetap jaga jarak, tetapi masyarakat kita numpuk lagi. Bisa menimbulkan penularan lagi," ucapnya.

3. Kasus virus corona di dunia dan Indonesia

Warga Gak Disiplin Terapkan PSBB, Luhut: Sejujurnya Saya Gak HappyIlustrasi virus corona. (IDN Times/Mia Amalia)

Situs Worldometers mencatat, total kasus virus corona atau COVID-19 di dunia mencapai 5,4 juta. Tepatnya 5.498.577 kasus hingga Senin (25/7). Amerika Serikat masih menjadi negara dengan total kasus COVID-19 tertinggi di dunia, yakni 1.686.436 kasus.

Sementara di Indonesia, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, jumlah kasus pasien yang meninggal dunia bertambah 21 jiwa, sehingga total ada 1.372 pasien meninggal karena virus mematikan itu.

Sedangkan, kasus terkonfirmasi positif virus corona sebanyak 526 orang, sehingga total 22.271 kasus dan pasien sembuh ada 5.402 pasien.

Angka tersebut terhitung sejak 23 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 24 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: Dituding Pentingkan Ibu Kota Baru, Luhut: Ngapain Dengerin Begituan

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya