Comscore Tracker

5 Hal Tentang Hikmahanto Juwana, Panelis Debat Capres 2019

Hikmahanto Juwana seorang ahli hukum rujukan pemerintah

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memastikan enam nama panelis dalam debat capres-cawapres, yang digelar 17 Januari mendatang. Mereka merupakan orang-orang yang dianggap memiliki kapasitas dalam tema yang telah ditentukan dalam debat perdana ini, yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Salah satu panelisnya adalah Guru Besar Hukum Univesitas Indonesia, Hikmahanto  Juwana. Pria kelahiran Jakarta, 23 November 1965 ini adalah seorang profesor di bidang hukum internasional. Ia mendapatkan Doctor of Philosophy (PhD) dari University of Nottingham, Inggris, 1997 lalu.

Ia dikenal sebagai dosen yang memiliki integritas. Selain itu, Hikmahanto juga sering menjadi rujukan untuk pembahasan masalah hukum dan undang-undang. Tak heran jika ia daulat menjadi panelis dalam debat capres kali ini. Berikut empat hal tentang Hikmahanto Juwana.

Baca Juga: KPU Tak Akan Masukan Kasus di Dalam Daftar Pertanyaan Debat Capres

1. Ikut orangtua yang sering pindah tugas, Hikmahanto kecil tak sekolah di Indonesia

5 Hal Tentang Hikmahanto Juwana, Panelis Debat Capres 2019Instagram/@hikmahantojuwana

Sejak kecil Hikmahanto bisa dibilang tak pernah menetap lama di satu tempat. Ia sering berpindah-pindah tempat tinggal, tergantung lokasi tugas orangtuanya yang merupakan seorang duta besar di beberapa negara. Tak pelak, Hikmahanto jadi lebih banyak menghabiskan waktu sekolahnya di negara-negara Asia Tenggara, yakni Kamboja dan Singapura.

Selesai menamatkan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), Hikmahanto baru kembali ke Tanah Air untuk menjalankan pendidikan sekolah menengah atas (SMA).

2. Hikmahanto sudah bermimpi sekolah di bidang hukum sejak SMP

5 Hal Tentang Hikmahanto Juwana, Panelis Debat Capres 2019Instagram/@hikmahantojuwana

Saat SMP, Hikmahanto sudah bermimpi ingin belajar di sekolah hukum. Di sisi lain, Hikmahanto juga ingin seperti ayahnya yang merupakan duta besar. Untuk mewujudkannya, ia harus kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) seperti ayahnya.

Namun, keinginannya mempelajari bidang hukum lebih besar, sehingga Hikmahanto pun  mantap kuliah mengambil jurusan hukum di Universitas Indonesia (UI). Kendati demikian, cita-citanya untuk menjadi seperti sang ayah tidak dihilangkan begitu saja. Karena itu, ia mengambil jurusan Hukum Internasional untuk bisa menjadi seorang diplomat.

3. Hikmahanto adalah guru besar termuda sepanjang sejarah Fakultas Hukum UI

5 Hal Tentang Hikmahanto Juwana, Panelis Debat Capres 2019Instagram/@hikmahantojuwana

Memasuki masa kuliah, Hikmahanto cukup menonjol dan jadi rujukan teman-temannya untuk berkonsultasi. Terlihat ia memiliki potensi sebagai tenaga pendidik (dosen) sejak kuliah. Hanya saja usai menyelesaikan kuliah, ia malah memilih bekerja di kantor advokat selama setahun.

Tapi ini tidak berlangsung lama, Hikmahanto memilih kembali ke kampus untuk menjadi seorang dosen. Dalam kariernya sebagai dosen, Hikmahanto terus haus akan ilmu.

Karena itu, dia melanjutkan kuliahnya dengan mengambil gelar Master Hukum Internasional di Keio University. Setelah itu, ia kembali mengambil kuliah S-3 di Universitas Nottingham, Inggris, dan berhasil meraih gelar doktor pada usia 32 tahun.

Usai meraih gelar profesor di bidang hukum, karier Hikmahanto di dunia pendidikan semakin cemerlang. Ia didapuk menjadi guru besar saat usianya baru memasuki 40 tahun. Bisa dibilang ia merupakan profesor termuda sepanjang sejarah Fakultas Hukum Universitas Indonesia bahkan Indonesia.

4. Hikmahanto banyak terlibat dalam penyelesaian kasus-kasus hukum di Indonesia

5 Hal Tentang Hikmahanto Juwana, Panelis Debat Capres 2019Instagram/@hikmahantojuwana

Atas prestasinya di dunia pendidikan, Hikmahanto sering menjadi rujukan soal hukum maupun undang-undang. Ia pernah masuk tim delapan saat era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelesaikan kasus-kasus peradilan di Indonesia.

Hikmahanto juga pernah masuk Tim Sembilan Independen pada 2015 lalu, sebagai sekretaris dalam kasus penyelesaian perseteruan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dengan Polri.

Selain itu, Hikmahanto juga tercatat pernah menjadi staf ahli Menko Perekonomian, lalu Badan Arbitrase Pasar Modal, dan tim pakar Departemen Kehakiman.

5. Dapat penghargaan dari pemerintah Inggris

5 Hal Tentang Hikmahanto Juwana, Panelis Debat Capres 2019Instagram/@hikmahantojuwana

Hikmahanto memang banyak memberikan masukan tentang berbagai hal mengenai penyelesaian sengketa hukum di Tanah Air.

Tak ayal, beragam penghargaan pun ia raih karena dedikasinya di bidang hukum, salah satunya adalah penghargaan British Achieving Award dari Pemerintah Inggris.

Baca Juga: Bagir Manan Jadi Panelis Paling Senior di Debat Capres 2019

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib
  • Sunariyah

Just For You