Comscore Tracker

13 Jenis Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS di 15 Provinsi

Kemenkes akan segera koordinasi dengan KPU

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah melakukan investigasi penyebab kematian petugas pemilu di 15 provinsi.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah korban meninggal di DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa, Bengkulu 7 jiwa, Kepulauan Riau 3 jiwa, Bali 2 jiwa, Kalimantan Selatan 8 jiwa, Kalimantan Tengah 3 jiwa, Kalimantan Timur 7 jiwa, Sulawesi Tenggara 6 jiwa, Gorontalo tidak ada, Kalimantan Selatan 66 jiwa, dan Sulawesi Utara 2 jiwa.

1. Kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan

13 Jenis Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS di 15 ProvinsiIDN Times/Istimewa

Berdasarkan laporan dinas kesehatan dari 15 provinsi tersebut, ditemukan kematian disebabkan oleh 13 jenis penyakit dan 1 kecelakaan. 13 penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multi organ.

"Kebanyakan usia korban meninggal di kisaran 50-59 tahun," ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Oscar Primadi, Minggu (12/5).

Baca Juga: Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Ini Hasil Investigasi Kemenkes

2. Kemenkes akan segera koordinasi dengan KPU

13 Jenis Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS di 15 ProvinsiANTARA FOTO/Risky Andrianto

Oscar mengatakan terkait jadwal petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) perlu dilihat terlebih dahulu jadwal padatnya seperti apa. Sebab, perlu pendalaman lebih lanjut dengan KPU.

“Nantinya kami akan bahas bersama KPU untuk perencanaan pemilu mendatang,” kata Oscar.

3. Petugas pemilu mendatang diupayakan punya kondisi kesehatan yang baik

13 Jenis Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS di 15 ProvinsiANTARA NEWS/Aditya Pradana Putra

Ke depan, kata Oscar, petugas pemilu yang dipekerjakan diupayakan memiliki kondisi kesehatan yang baik, lingkungan pekerjaan yang sehat, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok.

"Selain itu, ada ruangan yang cukup luas, ritme kerja dan jam kerja di atur dengan baik, serta memberikan porsi istirahat yang cukup," jelasnya.

Baca Juga: Beragam Kisah Petugas KPPS, Gugur Usai Tunaikan Tugas

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You