Comscore Tracker

BPOM: Pulau Jawa Penghasil Kosmetik Ilegal Terbanyak

Kosmetik menduduki peringkat kedua paling banyak dibeli

Jakarta, IDN Times - Pulau Jawa menjadi daerah terbanyak penghasil kosmetik ilegal. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM Maya Gustina Andarini mengatakan, pihaknya terus mengawasi dan menindak oknum produsen nakal. 

"Kami melakukan operasi di seluruh wilayah Indonesia," kata Maya dalam acara Kampanye Cerdas Memilih dan Menggunakan Kosmetik Aman dan Bermutu di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Sabtu (24/11).

1. Pulau Jawa penghasil kosmetik ilegal terbanyak

BPOM: Pulau Jawa Penghasil Kosmetik Ilegal TerbanyakIDN Times/Indiana Malia

Maya menjelaskan, kosmetik ilegal paling banyak ditemukan di Pulau Jawa saat melakulan pengawasan dan penindakan. Di antaranya di wilayah Tangerang, Banten, DKI Jakarta, dan wilayah Jawa Barat. 

"Kalau penindakan berjalan di seluruh Indonesia, paling banyak di Jawa. Kosmetik yang paling ditemukan itu jenis skincare," kata Maya.

2. Konsumen harus jeli memilih produk

BPOM: Pulau Jawa Penghasil Kosmetik Ilegal TerbanyakPexels/Kaboompics .com

Maya menambahkan, tak menutup kemungkinan produk terkenal diimitasi sedemikian rupa di pasaran. Konsumen pun nyaris tak bisa membedakan jika tak jeli. Pada temuan produk ilegal oleh BPOM, misalnya, terdapat merk kosmetik terkenal seperti Etude House yang dipalsukan. 

"Ada produk terkenal, packaging-nya persis, ada. Produk itu mungkin saja dijual secara online. Untuk mengidentifikasi, cek nomor izin edarnya. Seluruh produk harus ada nomor izin edar. Cek kemasan apa masih bagus, tanggal kadaluarsa, nama perusahaan juga harus ditulis lengkap," kata Maya.

Baca Juga: BPOM: Waspada E-Commerce Pengedar Obat dan Kosmetik Ilegal

3. BPOM kerja sama dengan Kominfo tindak e-commerce abal-abal

BPOM: Pulau Jawa Penghasil Kosmetik Ilegal TerbanyakIDN Times/Indiana Malia

Maya belum bisa memastikan berapa persen angka peredaran kosmetik ilegal yang bisa ditekan. Namun demikian, upaya edukasi terus dilakukan. BPOM juga bekerja sama dengan Kementerian komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam hal penindakan e-commerce abal-abal. 

"Kami punya cyber patrol di deputi penindakan. Kalau ada produk berbahaya akan kami tindak lanjut, kerja sama dengan Kominfo untuk memblokir (e-commerce)," kata Maya.

4. BPOM temukan kosmetik ilegal bernilai ratusan miliar rupiah

BPOM: Pulau Jawa Penghasil Kosmetik Ilegal TerbanyakIDN Times/Indiana Malia

Sebelumnya, BPOM RI berhasil mengungkap kasus pelanggaran tindak pidana penjualan obat, termasuk kosmetik ilegal yang dijual secara online dengan nilai keekonomian keseluruhan mencapai Rp17,4 miliar. Jumlah temuan khusus untuk kosmetik senilai Rp420 juta. 

Secara nasional, temuan kosmetik ilegal mencapai Rp112 miliar hingga November 2018. Itu merupakan temuan terbesar di antara produk yang diawasi BPOM RI. Ditengarai adanya kebijakan post-border pemasukan kosmetik juga berimplikasi banyak produk yang masuk ke Indonesia, tanpa izin edar atau ilegal.

Baca Juga: BPOM: Ratusan Jenis Kosmetik dan Obat Ilegal Masih Beredar di Pasaran

5. Kosmetik menduduki peringkat kedua paling banyak dibeli

BPOM: Pulau Jawa Penghasil Kosmetik Ilegal TerbanyakIDN Times/Indiana Malia

Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), produk kosmetik menduduki peringkat kedua sebagai produk yang paling sering dibeli dari belanja online setelah produk busana. Pertumbuhan pasar kosmetik cenderung mengalami peningkatan. 

Data BPOM menunjukkan jumlah produk kosmetik ternotifikasi bertambah, dari 35.203 produk pada tahun 2015 menjadi 51.025 produk pada tahun 2017. 

Sementara itu, hingga bulan September 2018, jumlah nomor izin edar yang sudah dikeluarkan BPOM mencapai 39.388. “Hal ini salah satunya merupakan efek kemudahan proses pendaftaran melalui sistem notifikasi online BPOM RI, yang memungkinkan nomor notifikasi kosmetik diterbitkan dalam 14 hari kerja,” kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito.
 

Baca Juga: BPOM Ajak Masyarakat Gunakan Kosmetik Aman dan Bermutu

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You