Comscore Tracker

Kepala BMKG: Gempa Susulan Nias Barat Diperkirakan Terus Terjadi

Gempa susulan berada di rentang magnitudo 3,3-3,5

Jakarta, IDN Times - Sebanyak sembilan kali gempa susulan mengguncang wilayah Nias Barat hingga pukul 16.00 WIB. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa tersebut berada di rentang magnitudo 3,3-3,5.

"Gempa-gempa susulan diperkirakan masih akan terus terjadi," ujar Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga: Gempa Nias Dipicu Gempa di Luar Zona Subduksi, Tidak Merusak

1. Masyarakat diminta pastikan tempat tinggal tahan gempa

Kepala BMKG: Gempa Susulan Nias Barat Diperkirakan Terus TerjadiIlustrasi Gempa (IDN Times/Sukma Shakti)

Dwikorita lantas meminta masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak akibat gempa. Masyarakat juga diimbau segera memeriksa apakah bangunan atau tempat tinggal cukup tahan gempa bumi.

"Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa sebelum kembali ke rumah masing-masing," ucapnya.

Baca Juga: Getaran Gempa Nias Terasa Kuat di Kota Padang     

2. BMKG mutakhirkan data gempa

Kepala BMKG: Gempa Susulan Nias Barat Diperkirakan Terus TerjadiANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Selain itu, lanjut Dwikorita, BMKG juga melakukan pemutakhiran data. Hasil analisis BMKG awalnya menunjukkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2, namun direvisi menjadi berkekuatan magnitudo 6,7.

"Hasil pemodelan BMKG, gempa bumi tidak berpotensi tsunami," kata Dwikorita.

3. Masyarakat diimbau tetap tenang

Kepala BMKG: Gempa Susulan Nias Barat Diperkirakan Terus TerjadiIlustrasi Berlindung Saat Gempa (IDN Times/Sukma Shakti)

Dwikorita mengatakan guncangan gempa bumi dirasakan di Gunung Sitoli. Bahkan, gempa juga terasa hingga Banda Aceh. BMKG juga mencatat belum ada laporan dampak kerusakan.

"Kami rekomendasikan masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dipertanggung jawabkan kebenarannya," kata dia.

Baca Juga: Warga Nias Barat Sempat Mengungsi akibat Gempa Magnitudo 7,2

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya