Comscore Tracker

Pendidikan Vokasi Pengaruhi Keberhasilan Industri, Ini Sebabnya

Pemerintah menargetkan penambahan 500 politeknik

Cikarang, IDN Times - Pemerintah terus mendorong pengembangan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil. Langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dalam membangun SDM yang berdaya saing tinggi, khususnya di sektor industri.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan nasional saat ini fokus pada pembangunan SDM berkualitas, maka perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi lebih masif,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto saat groundbreaking Kampus Politeknik Manufaktur (Polman) Astra, Jumat (10/5).

1. Beberapa sektor industri naik signifikan

Pendidikan Vokasi Pengaruhi Keberhasilan Industri, Ini Sebabnya

Airlangga menjelaskan, perkembangan industri pada kuartal 1 naik cukup signifikan. Pascapemilu, beberapa sektor tumbuh tinggi. Industri tekstil naik 18,9 persen, industri tembakau naik 16 persen, industri furnitur naik 12,89 persen.

"Industri kimia dan farmasi, juga industri kertas ikut bertumbuh masing-masing 11,53 persen dan 9,22 persen. Geliat investasi mulai tumbuh dan ini jadi momentum untuk pertumbuhan industri. Purchasing Managers Index (PMI) selalu diatas 50 persen di awal Januari. SDM perlu disiapkan dengan matang," tuturnya.

2. Pertumbuhan industri dan tenaga kerja jadi kunci keberhasilan

Pendidikan Vokasi Pengaruhi Keberhasilan Industri, Ini Sebabnya

Menurut Airlangga, tumbuhnya industri dan kesiapan tenaga kerja menjadi kunci keberhasilan. Dia menyebut, ada beberapa hal yang didukung pemerintah.

"Pertama, pendidikan Vokasi SMK entry level, di mana vokasi SMK ini adalah perbaikan kurikulum di tingkat SMK. Program link and match melibatkan 800 perusahaan dan 2700 SMK. Ini jadi awal kerja sama di level dasar dan menengah," kata Airlangga.

3. Pemerintah menargetkan penambahan 500 politeknik

Pendidikan Vokasi Pengaruhi Keberhasilan Industri, Ini Sebabnya

Kedua, lanjut Airlangga, mendorong tumbuhnya pendidikan Politeknik. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2020-2024, pemerintah menargetkan penambahan 500 politeknik yang link and match dengan industri.

"Harapannya bisa sampai 1000. Kami targetkan yang kerja sama dengan SMK itu 800 industri dan ini tidak mudah. Gak banyak yang mampu mendirikan politeknik," ungkapnya.

4. Pendidikan vokasi wajib menerapkan kurikulum berbasis kompetensi

Pendidikan Vokasi Pengaruhi Keberhasilan Industri, Ini Sebabnya

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan, Kemenristekdikti mewajibkan pendidikan vokasi menerapkan sistem kurikulum berbasis kompetensi serta link and match dengan industri. Upaya ini guna menghasilkan SDM yang terampil dan profesional, sesuai kebutuhan industri.

“Fokus Kemenristekdikti adalah melakukan revitalisasi politeknik atau pendidikan vokasi, mulai dari kurikulum, penguatan kapasitas dan kapabilitas dosen, hingga kompetensi mahasiswa sebagai bentuk peningkatan kualitas pendidikan vokasi ke depannya,” jelas Nasir.

Baca Juga: 6 Prodi Unik di Sekolah Vokasi UGM Berprospek Kerja Menjanjikan

5. Pelaku industri didorong untuk mendirikan pendidikan volasi

Pendidikan Vokasi Pengaruhi Keberhasilan Industri, Ini Sebabnya

Selain itu, kata Nasir, pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk mendirikan pendidikan vokasi. Dia menjelaskan, kunci keberhasilan pendidikan vokasi di suatu negara tidak terlepas dari keterlibatan industri yang turut andil dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Untuk memenuhi kebutuhan Industri akan SDM yang kompeten, lulusan politeknik harus memiliki sertifikat kompetensi, sehingga kemampuan lulusan politeknik terjamin.

"Saat ini, paling tidak ada sekitar 500 perusahaan besar yang memiliki potensi mendirikan pendidikan vokasi. Jika masing-masing perusahaan mendirikan pendidikan vokasi, masalah tenaga kerja terampil dan sesuai dengan kebutuhan industri akan terpenuhi," jelasnya.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Industri, Polman Astra Kembangkan Pendidikan Vokasi 

Topic:

  • Anata Siregar

Just For You