Polemik Status Bencana Lombok, Sandiaga: Mari Kita Taubat Nasional

Sandi mengeluhkan koordinasi penanganan korban gempa Lombok

Jakarta, IDN Times - Polemik penerapan status bencana nasional pada gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus bergulir. Ditambah gempa susulan terjadi hingga ratusan kali dan terus menambah jumlah korban jiwa.

Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, status bencana nasional belum perlu disematkan pada gempa Lombok. 

Dalam acara peluncuran buku #2019gantipresiden oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Selasa (21/8), bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno memberi tanggapan soal polemik peningkatan status bencana tersebut.

1. Sandi: yang perlu kita lakukan adalah taubat nasional

Polemik Status Bencana Lombok, Sandiaga: Mari Kita Taubat NasionalANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Walaupun bencana tersebut tidak disebut sebagai bencana nasional, kata Sandi, ia mengajak masyarakat untuk taubat nasional.

“Yang kita perlukan sekarang adalah taubat nasional kita perlukan juga doa dan bagaimana kita gunakan berqurban besok ini sebagai kita ikut merasakan penderitaan rakyat yang ada di Lombok,” papar Sandi di Menteng, Jakarta Pusat (21/8).

2. Sandi ajak masyarakat menyampingkan urusan politik demi korban Lombok

Polemik Status Bencana Lombok, Sandiaga: Mari Kita Taubat NasionalIDN Times/Irfan Fathurohman

Dalam seruannya, Sandi juga mengajak masyarakat untuk menyampingkan urusan politik terkait pencalonan dirinya pada Pilpres 2019 mendatang.

“Saudara kita, rekan kita yang ada di Lombok perlu uluran tangan kita. Jadi terlepas daripada status, saya kira penanganannya ini harus yang all out, dan komperhensif. Untuk politiknya itu sendiri saya rasa harus dipisahkan, karena yang harus diperhatikan adalah saudara-saudara kita di NTB itu bisa mendapatkan bantuan dan uluran tangan kita,” serunya.

3. Sandi mengeluhkan koordinasi penanganan korban bencana di Lombok

Polemik Status Bencana Lombok, Sandiaga: Mari Kita Taubat NasionalIDN Times/Irfan Fathurohman

Sandi yang pernah datang menghampiri korban bencana di Lombok, mengeluhkan koordinasi penanganan korban yang kurang terkoordinir dengan baik. 

“Waktu saya datang ke sana di daerah Lombok Timur, mereka memerlukan makanan, tapi saya bawakan selimut, gak nyambung gitu loh. Jadi saya ngerasa sendiri bahwa koordinasi ini perlu ditingkatkan." 

"Saya waktu di Lombok Barat, mereka menginginkan beberapa bantuan yang ternyata tidak cocok dengan daftar yang kita terima, jadi memang koordinasi di antara semua elemen yang ingin membantu proses pemulihan Lombok yang kuat bisa terjadi dan pulih dalam waktu yang Insyaallah cepat,” paparnya.

Baca Juga: Ini Alasan Bencana Lombok Belum Naik Status Nasional

4. Ajakan taubat nasional kembali diucapkan Sandi

Polemik Status Bencana Lombok, Sandiaga: Mari Kita Taubat NasionalIDN Times/Irfan Fathurohman

Untuk kedua kalinya, Sandi kembali mengajak untuk bertaubat nasional.

“Allah akan meningkatkan derajat kita. Cobaan, ujian kita terutama buat saudara kita yang terdampak di Lombok lebih dari 600 ribu ini sebuah angka yang sangat besar, mari kita doakan mereka, mari kita taubat secara nasional, mari kita panjatkan doa kepada Allah untuk meringankan dan memulihkan segera Lombok kita tercinta,” seru Sandi kepada wartawan.

Yuk, guys kita taubat nasional!

Baca Juga: Gerindra: Sandiaga Bisa Menarik Suara Pemilih Millennials

Topik:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya