Comscore Tracker

Begini Reaksi Gerindra soal Kemungkinan Merapat ke Kabinet Jokowi

Gerindra menjawab pernyataan Faldo Maldini

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldini kembali mencuri perhatian lewat vlog-nya yang menyebut ada kemungkinan Partai Gerindra bergabung dalam kabinet Joko "Jokowi" Widodo pada 2019-2024.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid pun angkat bicara perihal video berdurasi lebih dari 18 menit yang dibagikan kepada IDN Times, Minggu (23/6) oleh Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

"Hanya atas dasar kepentingan bangsa dan negara Gerindra melakukan rekonsiliasi lalu bergabung atau tidak bergabung. Semua akan dipertimbangkan sangat matang oleh ketua umum Gerindra beserta DPP, dewan pembina, dewan pakar, DPD se-Indonesia," kata Sodik kepada IDN Times melalui pesan singkat, Senin (24/6).

1. Rekonsiliasi bukan untuk kepentingan praktis

Begini Reaksi Gerindra soal Kemungkinan Merapat ke Kabinet JokowiANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Kendati, Jokowi sudah beberapa kali meminta pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan elite partai lainnya, Sodik mengatakan, partainya masih fokus dengan persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sodik memastikan Gerindra tidak akan melakukan rekonsiliasi dengan kabinet Jokowi, karena pembagian kursi kabinet. Dia mengatakan partainya ingin menyelesaikan masalah bangsa seperti keadilan hingga penegakan demokrasi.

"Jika terjadi rekonsiliasi, bukan untuk kepentingan praktis pembagian kekuasaan. Apalagi pembagian kursi kabinet. Tapi untuk kepentingan penyelesaian masalah fundamen bangsa, seperti penegakan kembali keadilan dalam berbangsa dan bernegara. Penegakan kembali demokrasi, langkah-langkah penegakan kembali kedaulatan RI di mata negara dan bangsa lain. Membangun kemakmuran rakyat yang sungguh-sungguh, bukan hanya manipulasi dan penciteraan. Menjauhkan lagi gaya pemerintahan yang otoriter," ujar Sodik.

Baca Juga: Blak-blakan Faldo soal Video 'Prabowo Tak Akan Menang Pemilu di MK'

2. Sodik enggan berkomentar soal isu pertemuan Prabowo dan kepala BIN

Begini Reaksi Gerindra soal Kemungkinan Merapat ke Kabinet JokowiIDN Times/Gregorius Aryodamar P

Terkait isu pertemuan antara Prabowo dengan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di Bali perihal kemungkinan Gerindra merapat ke Jokowi, Sodik enggan berkomentar.

“Soal ini, sebaiknya ditanya langsung ke pimpinan tinggi kami," ujar dia.

3. Faldo menakar kemungkinan Gerindra merapat ke Jokowi

Begini Reaksi Gerindra soal Kemungkinan Merapat ke Kabinet JokowiIDN Times/Panji Galih Aksoro

Sebelumnya, Faldo Maldini, mengunggah video berjudul "Prabowo (Mungkin) Gabung Jokowi" di YouTube channel miliknya. Dalam video tersebut, Faldo menilai ide Prabowo bergabung dengan pemerintahan Jokowi merupakan pilihan realistis.

"Mungkin gak yang 12 persen gabung sama Jokowi? Gue gak bilang sih, kalau Gerindra gabung ke Jokowi itu buruk. Itu realistis. Itu pilihan bagi parpol, berada dalam lingkaran kekuasaan tentu lebih baik," kata Faldo dalam videonya, Minggu (23/6).

4. Jokowi bisa merapat ke Prabowo jika menang pilpres

Begini Reaksi Gerindra soal Kemungkinan Merapat ke Kabinet JokowiANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Namun, kata Faldo, hal sebaliknya juga mungkin terjadi. Saat ini, hasil Pilpres 2019 masih menunggu keputusan PHPU di MK. Menurut dia, jika Prabowo dinyatakan menang pilpres, Jokowi bisa saja bergabung ke pemerintahan eks Danjen Kopassus itu.

"Balik lagi kalau misal Pak Prabowo Subianto memilih gabung dengan Pak Jokowi, kalau misal Pak Jokowi terpilih. Atau entah siapa pun yang menang. Misal, Pak Jokowi gabung ke Pak Prabowo. Pak Prabowo jadi wantimpres atau Pak Jokowi jadi penasihat presiden, Kiai Ma'ruf jadi menteri atau penasihat presiden, Bang Sandi jadi menteri mungkin," sebut Faldo.

Baca Juga: Faldo Maldini: Prabowo Mungkin Gabung Jokowi

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You