Cerita Kuat Diminta Jujur oleh Ferdy Sambo karena Lelah Berbohong

Kuat dihubungi Ferdy Sambo melalui telepon penyidik

Jakarta, IDN Times - Terdakwa Kuat Ma’ruf mengaku sempat diminta Ferdy Sambo untuk jujur soal skenario polisi tembak polisi di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli 2022.

Ferdy Sambo, kata Kuat, saat itu mengaku capek berbohong dan meminta Kuat untuk siap dipenjara. Pernyataan Sambo membuat Kuat hanya terdiam dan menangis.

Hal itu ia ungkap saat diperiksa menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/1/2021).

Awalnya, Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso menanyakan kapan Kuat ditangkap oleh Bareskrim Polri.

“Bukan ditangkap Yang Mulia, saya datang ke Kantor Bareskrim, waktu jadi tersangka kalau enggak salah tanggal 8 atau tanggal 9, saya lupa. Itu saya belum pernah ditangkap,” kata Kuat.

“Saudara datang ke sana?”

“Iya, karena dapat panggilan. Kemudian saya datang, terus diperiksa, saya masih berbohong,” kata Kuat.

Saat pemeriksaan itulah, Kuat dihubungi Ferdy Sambo melalui telepon penyidik dan memintanya untuk jujur soal skenario polisi tembak polisi.

“Terus Pak FS telepon penyidik saya. Kata dia ‘Wat, ini bapak mau ngomong.’ Terus Bapak ngomong ke saya, 'Sudah At, ceritain aja semuanya, bohong mulu, capek Wat. Sudah ceritain semuanya. Kamu siap ya Wat?' Siap apa Pak? 'Siap di penjara.' Kata bapak begitu, saya nangis saat itu,” kata Kuat.

Ferdy Sambo kemudian kembali menyalahkan Kuat soal peristiwa Magelang.

“'Lagian kamu juga, apa-apa enggak cerita sama saya. Kamu di Magelang, enggak pernah cerita sama saya.' Saya enggak jawab, saya nangis aja saat itu,” kata Kuat.

“‘Orang bapak enggak nanya, gimana saya mau cerita’ dalam hati saya,” imbuhnya.

Hakim kemudian menanyakan perasaan Kuat saat diperintahkan Ferdy Sambo agar siap dipenjara.

“Terus waktu saudara dibilang siap penjara gimana?”

“Ya dipenjara siapa yang mau lah Pak. Ya saya nangis saat itu,” kata Kuat.

“Kan dibilang, kamu siap dipenjara?”

“Iya, sudah Wat, jangan ditutupi, buka saja semuanya. Kamu siapkan dipenjara. Kata bapak begitu,” kembali Kuat cerita.

“Kalau dia mengatakan, buka saja semuanya, apa yang dibuka?”

“Ya ini yang mulia. Mungkin kan dulu bohong,” kata Kuat.

“Emang dulu saudara bohong apa saja?”

“Yang tengkurep saja itu, yang tiarap di balkon,” kata Kuat.

“Yang lain?”

“Yang lain benar,” kata dia.

“Oh benar?”

“Benar. Cuma karena awalnya berbohong, jadi sekarang saya ngomong benar saja, orang anggapnya bohong. Kadang, saya eneg gitu yang mulia,” kata Kuat mengundang tawa hadirin sidang.

“Karena diawali berbohong?”

“Itu dia yang bikin saya berat gitu, dan saya enggak kepengen awalnya saya berbohong, bukan keinginan saya,” kata Kuat.

“Terus saat saudara di dalam, pernah ditengok sama FS?”

“Belum pernah yang mulia,” ujarnya.

“Baru ketemu di ruang sidang saja?”

“Dulu pernah ketemu dikonfrontir, ketemu sama bapak, ibu,” ujar dia.

“Terus apa yang disampaikan?”

“Bapak minta maaf. 'Wat, maafin bapak ya Wat’,” kata Kuat.

“Saudara enggak nagih, ‘Pak mana Rp500 juta?’,” ujar Hakim.

“Enggak kepikiran yang mulia,” kata Kuat.

“Sekarang kepikiran?”

“Enggak, stres yang mulia,” pungkas Kuat uang sontak mengundang tawa hadirin.

Baca Juga: Kuat Ma’ruf: Peristiwa di Duren Tiga Salah Saya Apa?

Topik:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya