Comscore Tracker

DPR Setuju Pemerintah RI Terima Hibah Alutsista dari Amerika

Ada 14 drone ScanEagle UAV dan tiga helikopter

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan meminta persetujuan kepada Komisi I DPR RI, terkait hibah drone atau pesawat tanpa awak ScanEagle dan upgrading tiga Helikopter 412 dari Amerika Serikat. Permintaan tersebut diajukan dalam rapat dengan pendapat Kementerian Pertahanan bersama Komisi I di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

"Jadi hari ini kita memberikan persetujuan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertahanan, dalam pemberian hibah dari Amerika Serikat, dalam bentuk ScanEagle UAV 14 unit, kemudian 412 helikopter equipment. Jadi ada tiga unit yang disepakati, helikopter tiga unit, dan juga equipment-equipment-nya," kata Ketua Komisi I Meutya Hafid.

1. Komisi I meminta Kementerian Pertahanan tetap hati-hati menerima barang hibah

DPR Setuju Pemerintah RI Terima Hibah Alutsista dari AmerikaRapat kerja komisi l bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah), Rabu (26/2) (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Meski Komisi I menyetujui penerimaan hibah tersebut, Komisi I meminta agar pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Di antaranya, pemerintah harus memindai secara teliti barang-barang hibah yang ingin diterima. Bagaimana kelayakan dan kebersihan barang-barang itu.

"Kehati-hatian itu apa? Tentu barangnya diperiksa dulu, kelayakannya diperiksa dulu. Kemudian juga, misalnya, alat deteksi dan lain-lain, harus dibersihkan terlebih dahulu dari hibah tersebut," ucap Meutya.

2. Hibah alutista dari negara lain bukan kali pertama

DPR Setuju Pemerintah RI Terima Hibah Alutsista dari AmerikaMeutya Hafid pimpin sidang Komisi I DPR (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Soal proses hibah alutsista, Meutya menegaskan, hal itu lumrah terjadi di berbagai negara. Hibah merupakan salah satu bentuk kerja sama antar negara dalam konteks pertahanan.

Menurut Meutya, mekanisme pemberian hibah alutsista Amerika Serikat untuk Indonesia, bukanlah yang pertama kali. Hal ini rutin terjadi, seiring kerja sama antara Amerika Serikat dengan Indonesia masih terjalin.

Baca Juga: Jokowi Ingin Alutsista Serba Digital dan Produksi Alat Nonmiliter

3. Amerika Serikat menawarkan hibah alutsista sejak 2014

DPR Setuju Pemerintah RI Terima Hibah Alutsista dari Amerika(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Pemerintah Amerika Serikat sejak 2014 hingga 2015 menawarkan program hibah (FMF) kepada Indonesia. Atas dasar itu, pada 2017 TNI AL mengambil program FMF hibah tersebut, berupa Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan upgrade helikopter Bell 412.

Sesuai ketentuan dibentuk lah tim pengkaji dari Kementerian Pertahanan untuk melakukan penilaian, apakah barang tersebut layak diterima dari aspek teknis, ekonomis, politis, dan strategis. Dari kajian tersebut, Kementerian Kesehatan memutuskan menerima program hibah alutsista.

4. Drone ScanEagle memperkuat sektor maritim

DPR Setuju Pemerintah RI Terima Hibah Alutsista dari Amerika(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Drone ScanEagle senilai USD28,3 juta ini dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan kemampuan ISR maritim, guna memperkuat pertahanan negara.

ScanEagle adalah bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems, yang dikembangkan dan dibangun Insitu Inc, anak perusahaan The Boeing Company. UAV didasarkan pada pesawat miniatur robot SeaScan Insitu yang dikembangkan untuk industri perikanan komersial.

Menurut laman Boeing, drone ScanEagle dapat beroperasi di atas 15.000 kaki (4.572 m) dan berkeliaran di medan perang, untuk misi yang diperpanjang hingga 20 jam. Drone dengan bobot maksimum tempat pilot diizinkan lepas landas atau maximum take off weight (MTOW) 22 kg ini, digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 hp.

Kecepatan terbang jelajah ScanEagle berada di kisaran 111 km per jam dan kecepatan maksimum 148 km per jam. Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 meter. ScanEagle sanggup berada di udara (endurance) selama lebih dari 24 jam.

ScanEagle akan digunakan untuk melaksanakan patroli maritim, integrasi ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian).

5. Helikopter Bell 412 meningkatkan pertahanan TNI AL

DPR Setuju Pemerintah RI Terima Hibah Alutsista dari AmerikaIlustrasi (IDN Times/Istimewa)

Sementara untuk upgrade peralatan Helikopter Bell 412 senilai USD6,3 juta dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan meningkatkan kemampuan pertahanan negara.

"Nantinya drone ScanEagle ini akan digunakan oleh TNI AL untuk kepentingan khusus. Kita hanya keluar dana sekitar Rp10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan alutsista lainnya. Nanti PT LEN yang akan bertugas untuk integrasikan," kata Meutya.  

Di kawasan Asia Tenggara-Pasifik, drone ScanEagle sudah digunakan Angkatan Laut Singapura. Pengguna lainnya adalah Angkatan Laut dan Angkatan Darat Australia. Bahkan, ScanEagle milik Militer Australia telah teruji perang (battle proven) di Irak.

Baca Juga: Prabowo Ingin Beli Alutsista Buatan Prancis, Ini Respons Mantan KSAU 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya