Comscore Tracker

Hari ke-12, RS Polri Terima 324 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air

40 Jenazah korban Sriwijaya #SJY182 teridentifikasi 

Jakarta, IDN Times - Memasuki hari ke-12 proses evakuasi Sriwijaya Air SJY 182, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima 324 kantong jenazah.

"Total body part, body bag yang kami terima dari fase satu dari Tanjung Priok sebanyak 324 kantong. Tadi malam ada penambahan," kata Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko, saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga: DVI Mulai Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Sriwijaya Air SJY 182

1. DVI mengidentifikasi 40 jenazah

Hari ke-12, RS Polri Terima 324 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya AirPenemuan bagian bodi Pesawat Sriwijaya Air SJY182 pada Selasa (12/1/2021) (IDN Times/Aldila Muharma)

Tim DVI Polri juga telah menerima 438 DNA korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY-182. Polri sudah mengidentifikasi 40 korban pesawat rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

“Sebelumnya dari 40 korban teridentifikasi, 27 korban sudah diserahkan pada keluarganya,” ujar Hery.

2. RS Polri terima 62 laporan orang hilang

Hari ke-12, RS Polri Terima 324 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya AirIDN Times/Muhammad Athif Aiman

Hery mengatakan, RS Polri telah menerima 62 laporan orang hilang akibat peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Dari angka tersebut, 32 di antaranya laki-laki dan 30 perempuan.

“Progresnya kami mendalami, menganalisa, dan melakukan evaluasi terhadap data-data yang masuk pada kami,” ujar dia.

3. Inafis Polri kantongi CCTV Bandara Soekarno-Hatta

Hari ke-12, RS Polri Terima 324 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya AirPetugas melakukan pemantauan CCTV Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru di Posko Natal dan Tahun baru Bandara Soekarno Hatta (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Sementara itu, Pusinafis Bareskrim Polri telah mengantongi data CCTV penumpang pada saat boarding di Bandara Soekarno-Hatta. Rekaman CCTV tersebut diperlukan untuk membantu proses identifikasi korban.

“Nanti CCTV yang ada di bandara, sebelum korban memasuki pesawat akan dianalisis dari alat kami. Mudah-mudahan nanti hasilnya jelas dan segera diperoleh,” ujar Kasubag Ren Inafis AKBP Yani.

Baca Juga: Heboh Sinyal SOS di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air, Ini Kata Basarnas

Topic:

  • Irfan Fathurohman
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya