Comscore Tracker

Hasto kepada Eri-Armuji: Jangan Menyerah Meski Dikepung di Surabaya

PDIP melawan koalisi raksasa di Pilkada Surabaya

Jakarta, IDN Times - Kota Surabaya menjadi salah satu wilayah yang cukup berat bagi PDI Perjuangan untuk memasang kadernya di Pilkada Serentak 2020. Hal tersebut terlihat ketika PDIP dua kali menunda pasangan calon yang akan diusung di kota pahlawan itu. PDIP akhirnya mengusung pasangan Eri Cahyadi-Armuji.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memerintahkan jajarannya di Kota Surabaya, untuk memenangkan Pilkada di kota itu dengan cara mengambil hati masyarakat Surabaya.

“Sehingga meski pun di Kota Surabaya kita terkepung, tetapi dengan mengambil saripati perjuangan Bung Karno, mari kita tunjukkan bahwa kita tidak pernah menyerah saudara-saudara sekalian, dan kita berjuang dengan keyakinan bagaikan Bung Karno dalam ruang-ruang yang sempit, mampu melahirkan pemikiran dan tindakan besar," kata Hasto dalam Rapat Kerja Cabang Khusus DPC PDIP Surabaya secara virtual, Minggu (20/9/2020).

1. PDIP targetkan tiga dekade Surabaya di bawah kepemimpinan partainya

Hasto kepada Eri-Armuji: Jangan Menyerah Meski Dikepung di SurabayaRakercabsus PDIP, Minggu (20/9/2020). IDN Times/Dok. Istimewa

Hasto mengimbau kadernya di Surabaya agar bekerja keras melawan koalisi raksasa antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Hasto berharap pasangan Eri-Armuji bisa mencerminkan kepemimpinan yang mengakar pada sejarah bangsa. Kombinasi pasangan ini diharapkan menjadikan Surabaya lebih baik. “Semoga Kota Surabaya bisa tiga dekade di bawah kepemimpinan PDIP,” ucap dia.

Baca Juga: Tak Usung Whisnu di Pilkada Surabaya, Megawati: Kamu Tidak Saya Buang

2. Hasto bercerita tentang perjuangan Bung Karno di Surabaya

Hasto kepada Eri-Armuji: Jangan Menyerah Meski Dikepung di SurabayaProklamator Republik Indonesia, Wakil Presiden Mohammad Hatta (kiri) dan Sukarno (kanan) dalam sebuah pertemuan di masa Revolusi Nasional antara tahun 1945 hingga 1949. (Dok. Perpustakaan Nasional)

Hasto mengisahkan bagaimana Bung Karno menunjukkan jati diri kepemimpinannya di kota Surabaya bersama Haji Oemar Said Cokroaminoto yang sangat terkenal sebagai tokoh Islam. Di Surabaya juga, Bung Karno belajar tentang peradaban dunia meskipun di ruang yang sempit.

"Bung Karno belajar tentang dunia tentang peradaban dunia. Bung Karno belajar tentang politik, tentang jalan bagaimana Indonesia bisa terjajah 350 tahun dapat memperoleh kemerdekaan, itu dipahami di ruang yang sempit tanpa jendela dengan terang lampu teplok menggelora semangat perjuangan yang menyala-nyala dari seorang Bung Karno," kata dia.

Memetik pelajaran itu, kata Hasto, maka sebagaimana arahan Ketua Umum PDIP  Megawati Sokarnoputri mengajak seluruh kader partai, baik di tingkat anak ranting sampai seluruh jajaran partai di tingkat akar rumput, untuk memiliki semangat seperti Bung Karno.

“Sukarno yakin bahwa kepemimpinannya akan membawa perubahan bagi Indonesia Raya, karena itulah kami yakin kota Surabaya akan bisa kita pertahanan kemenangannya bagi PDI Perjuangan, saudara-saudara sekalian," ujar dia.

3. PDIP kerahkan 1.500 kadernya di Surabaya untuk memenangkan pasangan Eri-Armuji

Hasto kepada Eri-Armuji: Jangan Menyerah Meski Dikepung di SurabayaProses pendaftaran Bacawali-Bacawawali Kota Surabaya dari PDIP, Eri Cahyadi-Armuji di KPU Surabaya, Jumat (4/9/2020). IDN Times/Fitria Madia

Sebanyak 1.500 kader dan pengurus DPC PDIP Surabaya mengikuti Rapat Kerja Cabang Khusus untuk menyosialisasikan rekomendasi DPP PDIP yang memberikan mandat kepada pasangan bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji.

"Soliditas merupakan syarat penting bagi PDI Perjuangan Surabaya untuk memenangkan Eri-Armuji, penerus Wali Kota Risma, di Pilkada 9 Desember 2020," kata Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono.

4. Eri Cahyadi di mata Risma

Hasto kepada Eri-Armuji: Jangan Menyerah Meski Dikepung di SurabayaBakal Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji usai tes kesehatan, Selasa (8/9/2020). Dok istimewa

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menceritakan sosok Eri Cahyadi, yang telah direkomendasikannya maju Pilkada Kota Surabaya. Menurut Risma, selama sekitar 20 tahun bersamanya, Eri adalah sosok yang rajin, telaten, dan visioner.

Risma pertama kali bertemu Eri saat diperkenalkan ayah Eri, Urip Suwondo. Saat itu, ia bersama Urip sama-sama berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Ketika Eri diterima sebagai PNS di Pemkot Surabaya, Urip langsung menitipkan ke Risma untuk dididik terkait pekerjaan dan ilmu kepemimpinan.

"Sekitar 2001, bapaknya itu menitipkan ke aku. Tolong biar ikut Bu Risma. Trus aku bilang, bapak mohon maaf di tempatku gak ada uangnya. Gak apa-apa wes biar dia belajar ke Mbak Risma. Bapaknya PNS dulu," cerita Risma usai acara Deklarasi Eri-Armuji di Taman Harmoni Surabaya, Rabu, 2 September 2020.

Saat itu, Eri menjadi staf Risma yang menjabat sebagai kepala bagian di sebuah dinas. Risma pun mengingat Eri sebagai anak muda pekerja keras dan selalu ingin belajar. Ia pun mengikuti ritme kerja wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, yang kerap kali kurang istirahat.

"Dulu dari zaman aku jadi kabag. Jadi kerja sampai jam 2 pagi, dia juga bantu buat e-procurement segala macam," tutur Risma.

Selain itu, Risma juga sempat menyebutkan ciri-ciri jagoannya yaitu visioner seperti Megawati. Kinerja Eri di Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) dianggap Risma sudah cukup visioner dengan berbagai macam program untuk menuntaskan masalah di masyarakat, utamanya kemiskinan, pendidikan, dan pembangunan kota.

"Anaknya rajin dan telaten, dan dia berani. Gak apa-apa bu aku saja yang turun," ungkap Risma menirukan perkataan Eri.

Berbekal keyakinan Risma, Eri pun mendapatkan jabatan yang awalnya sulit dipercayakan Risma kepada orang lain, yaitu sebagai Kepala Bappeko Surabaya. Kini Eri juga mendapat kepercayaan Risma untuk melanjutkan kepemimpinannya di Kota Surabaya.

Baca Juga: PDIP Tunjuk Eri Cahyadi dan Armuji Maju di Pilwalkot Surabaya 

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya