Comscore Tracker

Kejagung Berhasil Lacak Aset Pidana Sebesar Rp305 Miliar Selama 2021

Kejagung juga menangkap 137 buronan

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menangkap 137 buronan dan melacak aset perkara pidana senilai Rp305 miliar sepanjang 2021. Kejagung juga sudah melakukan pengamanan terhadap pembangunan strategis dengan 851 kegiatan.

Capaian tersebut diungkap Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022).

“Untuk program penelusuran aset atau asset tracing, telah dilakukan penelusuran perkara pidana sebanyak Rp305.557.000.000 dan 2.938.000 dolar AS,” ujar Burhanuddin.

1. Kejagung melakukan pengamanan terhadap 851 pembangunan strategis

Kejagung Berhasil Lacak Aset Pidana Sebesar Rp305 Miliar Selama 2021Jaksa Agung ST Burhanuddin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Singapura atas bantuan pemulangan Adelin Lis (Dokumentasi Kejaksaan Agung)

Burhanuddin memaparkan, program pengamanan pembangunan strategis 2021, dengan total 851 kegiatan, untuk Direktorat B sebanyak 79 kegiatan, pagu anggaran yang dikawal Rp159,460 triliun.

“Dan untuk Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia ada 772 kegiatan dengan pagu anggaran yang dikawal Rp87,569 triliun,” katanya.

Baca Juga: Eks Penyidik Dukung Pelaporan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Kejagung

2. Kejagung klaim berhasil meningkatkan akuntabilitas dan integritas

Kejagung Berhasil Lacak Aset Pidana Sebesar Rp305 Miliar Selama 2021Jaksa Agung Burhanuddin berjalan untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2021) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Selain itu, Burhanuddin juga mengklaim berhasil meningkatkan akuntabilitas dan integritas aparat Kejaksaan RI. Indikator utamanya adalah mengukur persentase aparat kejaksaan yang memiliki sertifikat kompetensi dan atau keahlian mencapai 140,75 persen dari target.

Pihaknya juga berhasil meningkatkan akuntabilitas dan integritas aparat Kejagung RI dengan sejumlah indikator. Mulai persentase nilai SAKIP Kejaksaan RI yakni sebesar 163,66 persen, lalu persentase Nilai Maturitas SPIP Kejaksaan RI sebesar 100 persen.

“Kemudian persentase berkurangnya pengaduan masyarakat (Dumas) terhadap Kejaksaan RI mencapai sebesar 150,16 persen,” sambungnya.

3. Terwujudnya optimalisasi kinerja aparatur kejaksaan

Kejagung Berhasil Lacak Aset Pidana Sebesar Rp305 Miliar Selama 2021Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono (kiri) dan Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak (kanan) membalas salam usai memberikan keterangan kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc

Selain itu, terwujudnya upaya pencegahan tindak pidana korupsi (tipikor) yang indikator utamanya adalah persentase kegiatan yang mendukung upaya pencegahan tipikor seperti kegiatan pencegahan hukum, penyuluhan hukum, kegiatan Jaksa Masuk desa dan lain-lain yang mencapai 368 persen.

Keempat, meningkatnya keberhasilan penanganan perkara pidana, dengan indikator penyelesaian perkara tindak pidana umum yang berkekuatan hukum tetap dan dieksekusi mencapai 101,1 persen. Kemudian penyelesaian perkara tindak pidana khusus yang berkekuatan hukum tetap dan dieksekusi mencapai 106,67 persen.

Kelima, meningkatkan pengembangan aset dan kerugian negara dengan indikator penyelamatan dan pengembalian kerugian negara melalui jalur pidana mencapai 107,22 persen. Kemudian penyelamatan dan pengembalian kerugian negara melalui jalur perdata mencapai 93,8 persen.

“Keenam, terwujudnya optimalisasi kinerja aparatur kejaksaan dengan indikatornya persentase satuan kerja kejaksaan RI yang berhasil menerapkan sarana prasarana berbasis teknologi informasi, yaitu seperti melakukan penyusunan dokumen IT, master plan 2022-2024. Maka keberhasilan itu mencapai 146,1 persen,” tandasnya.

Baca Juga: Jaksa Agung: Hukuman Mati Koruptor Bukan untuk Kasus COVID-19

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya