PN Jaksel: Ada Upaya Ganggu Independensi Hakim Wahyu di Kasus Sambo

PN Jaksel pastikan video viral Hakim Wahyu editan

Jakarta, IDN Times - Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Djumyanto menyebut ada upaya mengganggu konsentrasi dan independensi Hakim Wahyu Iman Santoso dengan munculnya video viral TikTok yang dinarasikan membocorkan vonis terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Ferdy Sambo.

Oleh karena itu, Djumyanto meminta publik untuk turut mengawal persidangan agar konsentrasi dan independensi majelis hakim yang menangani kasus Sambo dapat terjaga.

“Bahwa tidak tertutup kemungkinan, ada upaya-upaya tertentu untuk mengganggu konsentrasi dan independensi Majelis Hakim yang dipimpin oleh beliau,” kata Djumyanto lewat keterangan tertulisnya, Jumat (6/1/2023).

1. Video viral Hakim Wahyu diedit

PN Jaksel: Ada Upaya Ganggu Independensi Hakim Wahyu di Kasus SamboAhli Pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Mahrus Ali memberikan keterangan di sidang Ferdy Sambo pada Kamis (22/12/2022). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Djumyanto menjelaskan, video dengan durasi satu menit 30 detik itu sudah dipotong dan diedit. Seolah-olah, Hakim Wahyu membocorkan vonis mati terhadap Sambo.

“Bahwa video hanyalah potongan atau editan yang ternyata setelah kami klarifikasi kepada beliau telah tidak secara utuh menampilkan pernyataan,” ujar Djumyanto.

Baca Juga: MA Pastikan Hakim Wahyu Iman Tetap Pimpin Sidang Ferdy Sambo

2. Hakim Wahyu sebenarnya berbicara soal ancaman pidana pembunuhan berencana

PN Jaksel: Ada Upaya Ganggu Independensi Hakim Wahyu di Kasus SamboFerdy Sambo menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jaksel (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Ia menjelaskan, pernyataan Hakim Wahyu sebenarnya normatif terkait ancaman pidana pada pembunuhan berencana adalah pidana mati, seumur hidup maupun 20 tahun penjara.

“Bahwa narasi ataupun caption dalam tayangan video tiktok tersebut yang menyebutkan adanya pembocoran atau pengaturan putusan adalah sangat menyesatkan karena persidangan perkara dimaksud masih tahap pembuktian, sehingga Majelis Hakim sama sekali belum membahas soal putusan,” ujarnya.

3. Viral Hakim Wahyu diduga curhat dengan wanita soal Sambo

PN Jaksel: Ada Upaya Ganggu Independensi Hakim Wahyu di Kasus SamboTerdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Ferdy Sambo. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sebelumnya, viral sebuah video diduga Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Wahyu Iman Santoso sebut Ferdy Sambo tembak dinding menggunakan senjata Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tidak masuk akal.

Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik itu diduga Hakim Wahyu sedang bercerita dengan seorang wanita.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @hakimhalu_, terlihat ada seorang pria diduga Hakim Wahyu memakai baju batik lengan panjang hitam, celana abu-abu dan sepatu hitam sedang duduk di sofa warna putih gading. Tampak, diduga Hakim Wahyu lagi menerima telepon.

Setelah menelepon, ia melanjutkan diskusi dengan seorang wanita yang ada di depannya. Namun, belum diketahui sosok wanita tersebut.

“Bukan, masalahnya dia enggak masuk akal banget dia nembak pakai pistol Josua. Tapi enggak apa-apa, sah-sah saja. Saya enggak akan pressure dia harus ngaku, saya enggak butuh pengakuan,” kata pria yang diduga Hakim Wahyu dikutip dari video, Rabu (4/1/2023).

Hakim Wahyu juga sebut dirinya tak butuh pengakuan eks Kadiv Propam Polri itu. Pernyataan itupun disambut tawa seorang wanita yang sedang bersamanya.

“Saya enggak butuh pengakuan. Kita bisa menilai sendiri. Silakan saja saya bilang mau buat kaya gitu. Kemarin tuh sebenernya mulut saya sudah gatel, tapi saya diemin aja,” kata Hakim Wahyu.

Baca Juga: MA Akan Periksa Hakim Wahyu Iman Santoso di Kasus Ferdy Sambo

Topik:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya