Comscore Tracker

Suami Istri Bersaing Rebut Kursi Kepala Desa di Kawasan Ibu Kota Baru

Sang istri siap kalah karena optimistis suaminya menang

Jakarta, IDN Times - Sepasang suami istri di Provinsi Kalimantan Timur bersaing memperebutkan kursi kepala Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kawasan calon ibu kota negara (IKN) baru. Bersaing melawan keluarga sendiri, membuat keduanya sama-sama mengaku siap kalah.

Dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten PPU pada tahun ini terdapat dua calon, mereka adalah Kasiyono dengan nomor urut 02, sementara istrinya, Emilia Kartika, berada di nomor urut 01. Mereka sama-sama berpeluang menjadi Kepala Desa Wonosari.

"Saya dan istri sama-sama siap kalah. Makanya, kami tidak ada kampanye, tetapi melakukan sosialisasi untuk menyukseskan pilkades serentak pada tanggal 15 Desember mendatang," ujar Kasiyono, dikutip dari ANTARA, Minggu (21/11/2021).

Baca Juga: Pilkades di Bandung Barat Panas, Bakal Calon Tak Lolos Seleksi Emosi

1. Meski siap kalah, Kasiyono juga siap menangkan pilkades

Suami Istri Bersaing Rebut Kursi Kepala Desa di Kawasan Ibu Kota BaruIlustrasi kotak suara (IDN Times/Kevin Handoko)

Selain siap kalah, Kasiyono juga mengaku siap menang sehingga dia akan melanjutkan program kerja periode sebelumnya yang belum tuntas, terutama dalam pengembangan ekowisata goa, karena di desa setempat terdapat Goa Tapak Raja yang belum dikelola optimal.

Saat pencalonan Pilkades Wonosari 6 tahun lalu, Kasiyono memperoleh suara 80 persen, sedangkan dua rivalnya meraih 20 persen.

"Enam tahun lalu jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Wonosari tercatat 700-an orang, kemudian yang datang menyalurkan suara ada 600-an orang. Dari total suara tersebut, saya mendapat suara 80 persen," katanya.

2. Sang istri siap kalah karena optimistis suaminya menang

Suami Istri Bersaing Rebut Kursi Kepala Desa di Kawasan Ibu Kota Baru(Ilustrasi pengamanan kotak suara) ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Pada pilkades saat ini, lanjut dia, jumlah DPT di Wonosari sekitar 900 orang. Namun, dia tidak mematok berapa persen suara yang diraih karena yang menjadi lawan politiknya adalah istrinya sendiri.

Sementara itu, Emilia menyatakan siap kalah karena optimistis suaminya bakal memenangkan pilkades. Bahkan, dalam sosialisasi dia meminta masyarakat untuk mencoblos nomor urut 02, bukan nomor urut 01.

"Saya mencalonkan menjadi kades pada detik-detik terakhir penutupan penyerahan formulir pendaftaran karena hingga tanggal akhir batas penyerahan formulir pendaftaran, hanya suami saya yang daftar. Jika hanya ada satu calon, pilkades akan ditunda," katanya.

3. Istri ikut maju agar waktu pendaftaran tidak diperpanjang

Suami Istri Bersaing Rebut Kursi Kepala Desa di Kawasan Ibu Kota BaruIlustrasi surat suara (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Adapun batas waktu penyerahan formulir pendaftaran calon kepala desa pada tanggal 21 September 2021. Namun, jika pelamar calon kades dalam satu desa yang mendaftar hanya ada satu calon, waktu pendaftaran diperpanjang 20 hari.

Pilkades serentak di Kabupaten PPU pada tanggal 15 Desember 2021 dilaksanakan di 14 desa, yakni Wonosari, Tengin Baru, Bukit Raya, Bukit Subur, Girimukti, Sumber Sari, Babulu Darat, Rawa Mulia, Gunung Makmur, Sebakung Jaya, Babulu Laut, Sri Raharja, Sesulu, dan Api-Api.

Baca Juga: Polisi Purwakarta Dalami Laporan Pilkades Pakai Ijazah Palsu

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya