Comscore Tracker

[UPDATE] Bertambah 1.447, Kasus COVID-19 di Indonesia Total 62.142

DKI Jakarta penyumbang terbesar kedua setelah Jatim

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia hari ini bertambah 1.447 kasus, sehingga total kasus positif menjadi 62.142 kasus.

Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan penambahan kasus terbanyak hari ini, yaitu 413 kasus baru. Data tersebut berdasarkan catatan hasil uji, Jumat 3 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga Sabtu (4/7/2020) pukul 12.00 WIB.

"Kita maknai penambahan kasus yang kita identifikasi setiap hari dari hasil PCR atau TCM adalah gambaran upaya masif, untuk pemeriksaan dari tracing agresif," ujar Yurianto dalam keterangan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (4/7/2020).

Baca Juga: Australia Sumbang Rp35 Miliar untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia

1. DKI Jakarta jadi penyumbang terbesar kedua kasus baru COVID-19

[UPDATE] Bertambah 1.447, Kasus COVID-19 di Indonesia Total 62.142Ilustrasi (IDN Times/Sunariyah)

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Setelah Jawa Timur, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus terbanyak kedua hari ini, yakni 223 kasus positif COVID-19.

Berikut data lengkap rincian penyebaran virus corona di 453 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia:

1. Aceh 87 kasus
2. Bali 1.792 kasus
3. Banten 1.508 kasus
4. Bangka Belitung 161 kasus
5. Bengkulu 137 kasus
6. Yogyakarta 325 kasus
7. DKI Jakarta 12.183 kasus
8. Jambi 117 kasus
9. Jawa Barat 3.463 kasus
10. Jawa Tengah 4.403 kasus
11. Jawa Timur 13.461 kasus
12. Kalimantan Barat 336 kasus
13. Kalimantan Timur 557 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.004 kasus
15. Kalimantan Selatan 3.520 kasus
16. Kalimantan Utara 206 kasus
17. Kepulauan Riau 311 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 1.311 kasus
19. Sumatera Selatan 2.205 kasus
20. Sumatera Barat 762 kasus
21. Sulawesi Utara 1.192 kasus
22. Sumatera Utara 1.767 kasus
23. Sulawesi Tenggara 479 kasus
24. Sulawesi Selatan 5.754 kasus
25. Sulawesi Tengah 191 kasus
26. Lampung 193 kasus
27. Riau 233 kasus
28. Maluku Utara 953 kasus
29. Maluku 776 kasus
30. Papua Barat 253 kasus
31. Papua 1.984 kasus
32. Sulawesi Barat 124 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 118 kasus
34. Gorontalo 269 kasus.

Sementara, dalam proses verifikasi di lapangan ada dua kasus.

2. Jokowi menginstruksikan agar klaster-klaster COVID-19 dijaga ketat

[UPDATE] Bertambah 1.447, Kasus COVID-19 di Indonesia Total 62.142@jokowi on Instagram

Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di tanah air, Presiden Joko "Jokowi" Widodo menginstruksikan agar klaster-klaster yang ada di Indonesia dijaga ketat. Sebab, dari klaster itulah perluasan wabah virus corona dapat terjadi.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," kata Jokowi saat konferensi pers secara daring, Senin 4 Mei 2020.

3. Gejala dan pencegahan virus corona

[UPDATE] Bertambah 1.447, Kasus COVID-19 di Indonesia Total 62.142(Ilustrasi virus corona) IDN Times/Arief Rahmat

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus.

Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa (17/3), sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis (19/3) mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: [UPDATE] Brasil Semakin Mencekam, Ini Data Lengkap Virus Corona Dunia

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya