Comscore Tracker

[BREAKING] BPOM: Efikasi Vaksin COVID-19 AstraZeneca 62,1 Persen

BPOM keluarkan izin penggunaan darurat vaksin AstraZeneca

Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan efikasi vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca sebesar 62,1 persen. Besaran ini telah memenuhi syarat efikasi minimal 50 persen dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), agar vaksin dapat diberi izin penggunaan daurat.

"Efikasi vaksin dengan dua dosis standar yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar dua bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,1 persen," ungkap Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito saat konferensi pers virtual, Selasa (9/3/2021).

Oleh karena itu, BPOM pun menerbitkan emergency use authorization (UEA) atau izin penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca dan Universitas Oxford. Izin dengan nomor EUA 2158100143A1 diterbitkan sejak 22 Februari 2021.

Namun, Penny mengaku pihaknya akan terus melakukan pegawasan untuk menjamin keamanan, mutu, dan khasiat dari vaksin AstraZeneca. Hal ini dilakukan agar vaksin diterima dalam keadaan baik oleh masyarakat.

"Hasil secara umum memenuhi syarat, ada beberapa syarat yang perlu di-update yang terkait dengan data stabilitas sebagaimana umumnya vaksin-vaksin yang ada," ucapnya.

BPOM telah memberikan emergency use authorization (UEA) atau izin penggunaan darurat atas vaksin AstraZeneca. Artinya, vaksin ini dapat segera disuntikkan kepada masyarakat.

Vaksin COVID-19 yang dibuat AstraZeneca dan Universitas Oxford itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (8/3/2021). Vaksin virus corona asal Inggris ini berjumlah 1.113.600 dosis dari Fasilitas COVAX.

"Pada hari ini Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton," jelas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui siaran virtual di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Pengadaan vaksin AstraZeneca ini merupakan hasil dari kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari WHO, GAVI hingga CEPI. Indonesia, Retno mengatakan, bakal menerima 11.704.800 dosis vaksin dari jalur tersebut.

Sebelumnya, Indonesia sudah memiliki 38 juta vaksin COVID-19 buatan Sinovac. Sebanyak 3 juta dosis vaksin siap pakai dan 35 juta dosis dalam bentuk bahan baku yang diolah PT Bio Farma.

Pemerintah berharap kedatangan vaksin AstraZeneca akan mempercepat target vaksinasi hingga 70 persen rakyat atau sebanyak 181,5 juta penduduk.

Baca Juga: [BREAKING] BPOM Beri Izin Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca

Topic:

  • Sunariyah
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya