Comscore Tracker

Ramai 'Oalah' Masuk KBBI, Ini Penjelasan Badan Bahasa

Kata 'oalah' sudah di KBBI sejak 2017

Jakarta, IDN Times - Kata 'oalah' yang masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ramai diperbincangkan warganet. Badan Bahasa pun membenarkan bahwa kata tersebut telah masuk ke dalam KBBI.

Kepala Subbid Pengembangan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Badan Bahasa, Azhari Dasman, mengatakan kata "oalah" telah masuk dalam KBBI sejak 2017.

"Kata 'oalah' itu sudah masuk ke KBBI sejak edisi kelima, tahun 2017," ungkap Azhari kepada IDN Times, Senin (18/1/2020).

Baca Juga: Masuk KBBI, Hafalin 14 Istilah dalam Bahasa Papua Berikut Yuk!

1. Ramai warganet membicarakan 'oalah'

Ramai 'Oalah' Masuk KBBI, Ini Penjelasan Badan Bahasakbbi.kemdikbud.go.id

Masuknya kata 'oalah' dalam KBBI ramai diperbincangkan warganet di Twitter. Salah satu yang membuat twit ialah akun @JuliePutra, pada Minggu (17/1/2021).

"Breaking news pagi ini: Oalah uda jadi kata baku di Bahasa Indonesia," tulis akun tersebut.

Twit @JuliePutra menyertakan tangkapan layar laman KBBI Daring. Di foto tersebut tertulis, 'oalah' merupakan kata seru untuk menyatakan terkejut dan merupakan ragam percakapan.

Hingga Senin (18/1/2021), unggahan terkait kata 'oalah' itu telah dibagikan ulang oleh sekitar 10,2 ribu dan disukai lebih dari 29,6 ribu pengguna Twitter lainnya.

2. 'Oalah' masuk ke KBBI atas usulan masyarakat

Ramai 'Oalah' Masuk KBBI, Ini Penjelasan Badan BahasaIlustrasi (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)

Azhari menjelaskan kata 'oalah' masuk ke dalam KBBI karena merupakan usulan dari masyarakat. KBBI, ia mengatakan, mendokumentasikan fakta kebahasaan yang ada.

"KBBI itu sebenarnya mendokumentasikan semua fakta kebahasaan yang ada. Kata 'oalah' itu termasuk salah satunya," ungkapnya.

Ia membenarkan kata 'oalah' masuk dalam ragam percakapan. Kata tersebut, menurutnya, seperti kata 'aduh'.

3. Memenuhi kriteria untuk tercatat di KBBI

Ramai 'Oalah' Masuk KBBI, Ini Penjelasan Badan Bahasapexels/rahulshah

Meski berasal dari usulan masyarakat, kata 'oalah' tidak serta merta langsung masuk ke dalam KBBI. Azhari menjelaskan ada lima kriteria ditetapkan sebelum sebuah kata terdaftar.

Kelima kriteria itu ialah unik, eufonik atau mudah dilafalkan, seusai dengan kaidah bahasa, digunakan meluas, dan tidak memiliki konotasi negatif.

"Kata 'oalah' ini masuk ke dalam kriteria, digunakan juga di setidaknya delapan provinsi," ujarnya.

Baca Juga: Dolan sampai Getun, 10 Kata Bahasa Jawa Ini Sudah Masuk KBBI, Lho!

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya