Comscore Tracker

Akan Ajak Maskapai Asing Ekspansi di RI, Presiden Jokowi Didukung PHRI

Harapannya harga tiket makin bersaing #Kemenpar

Jakarta, IDN Times – Presiden Joko Widodo akan menerapkan sistem open sky dengan mengundang maskapai asing masuk ke Indonesia. Dengan makin banyaknya maskapai, harga tiket pesawat akan makin bersaing. Hal tersebut mendapat dukungan dari pelaku usaha pariwisata. Salah satunya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menduga tingginya harga tiket disebabkan kurangnya persaingan maskapai di Indonesia. Dirinya pun pernah mengusulkan kepada pemerintah untuk membuka kerja sama dengan maskapai asing agar melebarkan ekspansi usaha ke Indonesia.

"Kami pernah mengusulkan ke pemerintah agar membuka pintu masuk regional airlines ke Indonesia untuk menambah rute domestik. Bisa saja itu Jetstar, AirAsia, dan lainnya. Jadi ini tentu saja kabar yang sangat menggembirakan," ujar Hariyadi, Jumat (31/5).

1. Tiket mahal memengaruhi pelaku usaha

Akan Ajak Maskapai Asing Ekspansi di RI, Presiden Jokowi Didukung PHRIANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Hariyadi mengatakan, hingga saat ini harga tiket pesawat masih terlalu mahal. Menurutnya, mahalnya tiket ini memengaruhi pelaku usaha, terutama untuk jasa travel dan penginapan.

"Dengan tingginya harga tiket pesawat, sudah tentu ada pengaruhnya buat industri perhotelan. Yang jelas menyebabkan okupansinya turun," kata Hariyadi.

Pria yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini mengatakan, dengan hanya dua raja maskapai penerbangan di Indonesia, persaingan yang sehat berkurang. Dia juga mengeluhkan turunnya angka keterisian kamar setelah harga tiket pesawat naik.

2. Kondisi pasar duopoli memunculkan kerentanan persaingan harga yang tidak sehat dalam suatu industri

Akan Ajak Maskapai Asing Ekspansi di RI, Presiden Jokowi Didukung PHRItrip.com

Menurut Hariyadi, kondisi pasar duopoli memunculkan kerentanan persaingan harga yang tidak sehat dalam suatu industri. Sebab, ketika pemain A menaikkan harga, maka pemain B tidak serta-merta akan mempertahankan harga.

"Justru, pemain B bisa saja melakukan kenaikan harga juga, meski tidak setinggi pemain A. Hal ini lantaran pemain B melihat ada peluang untuk tetap mendapat keuntungan dalam persaingan yang pasarnya dikuasai oleh dua pemain saja. Masyarakat tidak ada pilihan," tutur Hariyadi.

3. Pemerintah terus berupaya menurunkan harga tiket pesawat

Akan Ajak Maskapai Asing Ekspansi di RI, Presiden Jokowi Didukung PHRIIDN Times/Kemenpar

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pemerintah berupaya menurunkan harga tiket pesawat. Langkah yang ditempuh seperti menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) dan menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB). Kemudian, harga avtur juga diturunkan karena dinilai berkontribusi hampir 40 persen terhadap total biaya yang ditanggung maskapai penerbangan.

"Tarif Batas Bawah dan harga avtur kan sudah diturunkan, hanya tidak kembali ke harga semula. Memang harga tiket pesawat masih belum kembali ke titik normal. Mungkin kompetisinya kurang banyak," ujar Presiden Jokowi.

Untuk diketahui, industri penerbangan Tanah Air saat ini dikuasai dua pemain besar, yakni Lion Air Group (Lion Air, Batik Air, dan Wings Air) dan Garuda Indonesia Group (Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, dan Nam Air). Terbatasnya pemain di industri berdampak pada penentuan harga tiket pesawat yang kurang kompetitif.

"Kita akan perbanyak kompetisi ini, sehingga mereka (maskapai) akan semakin efisien. Saya kira di dalam negeri sendiri kalau ada kompetisi kan bagus," kata Presiden Jokowi.

Topic:

  • Ezri Tri Suro

Just For You