Lestarikan Budaya Lokal, Tari Ma’zani Pecahkan Rekor MURI di TIFF 2019

Pelaksanaan TIFF 2019 pun sungguh menawan

Tomohon, IDN Times - Pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019 sungguh menawan. Semakin menegaskan Tomohon sebagai Kota Bunga. Pelaksanaan TIFF 2019 juga diwarnai dengan pemecahan rekor versi MURI, tepatnya untuk penari Ma’zani terbanyak.

Pemecahan rekor MURI penari Ma’zani terbanyak dilakukan setelah Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka secara resmi Tomohon International Flower Festival 2019, Kamis (8/8). Lokasinya di Jalan Walian, Tomohon. Peserta penari Ma’zani yang memecahkan rekor sebanyak 1.530 orang. Mereka ialah guru-guru yang berasal dari Tomohon. 

1. Pemecahan rekor penari Ma’zani terbanyak menjadi pembeda pelaksanaan TIFF 2019

Lestarikan Budaya Lokal, Tari Ma’zani Pecahkan Rekor MURI di TIFF 2019IDN Times/Kemenpar

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, mengatakan bahwa pemecahan rekor penari Ma’zani terbanyak menjadi pembeda pelaksanaan TIFF 2019.

“Pemecahan rekor ini menjadi pembeda. Apalagi tetap mengangkat budaya, yaitu rekor penari Ma’zani terbanyak. Ini mempertegas kepedulian TIFF terhadap budaya lokal. Tidak hanya diangkat, tetapi juga dilestarikan,” kata Rizki, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziyani.

2. Tari Ma’zani terdiri atas empat babak

Lestarikan Budaya Lokal, Tari Ma’zani Pecahkan Rekor MURI di TIFF 2019IDN Times/Kemenpar

Dahulu, tari Ma’zani biasa dibawakan orang-orang tua. Tari Ma’zani terdiri atas empat babak. Babak pertama bercerita tentang pengucapan rasa syukur dan permohonan kepada Tuhan agar hidup senantiasa diberkati-Nya, sedangkan babak kedua menceritakan semangat kerja di kebun, asal-usul Lahendong, dan legenda Danau Linow. 

Babak ketiga menggambarkan suasana keceriaan memanen dan berpesta karena telah memiliki rumah baru atau kesejahteraan yang didapat dari hasil panen. Babak terakhir memiliki makna yang mendalam, yaitu mengajak seluruh masyarakat agar saling mengasihi dan menyayangi.

3. Lewat TIFF, generasi muda diingatkan lagi mengenai tarian Ma’zani

Lestarikan Budaya Lokal, Tari Ma’zani Pecahkan Rekor MURI di TIFF 2019IDN Times/Kemenpar

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, mengatakan jika tari Ma’zani sebenarnya bukan hanya ditujukan untuk orang tua. “Permasalahannya, regenerasi tari Ma’zani cukup lambat sehingga lebih banyak orang tua yang memainkannya. Lewat TIFF, generasi muda diingatkan lagi mengenai tarian ini. Bahkan, diabadikan melalui rekor MURI,” ujar Esthy.

Ia berharap lewat cara ini tari Ma’zani bisa semakin diterima generasi muda karena generasi muda inilah yang akan melestarikannya.

4. Budaya daerah harus dijaga dan terus dilestarikan

Lestarikan Budaya Lokal, Tari Ma’zani Pecahkan Rekor MURI di TIFF 2019IDN Times/Kemenpar

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, budaya daerah harus dijaga dan terus dilestarikan. 

“Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mempunyai nilai, semakin berharga. Oleh karena itu, pemecahan rekor MURI ini sangat bagus karena semakin banyak orang yang mengenal tari Ma’zani, dan ini akan membuatnya terus terjaga,” kata Menteri lulusan Telematika di University of Surrey itu.

Topik:

  • Marwan Fitranansya

Berita Terkini Lainnya