Comscore Tracker

Kominfo dan Siberkreasi Gelar Webinar Gali Ilmu

Ernest Prakasa dan Jefri Nichol jadi pembicara

Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi menggelar kegiatan Gali Ilmu pada Jumat, 30 Juli 2021. Di kesempatan tersebut, Ernest Prakasa yang merupakan seorang penulis dan pembuat film, hadir untuk berbagi ilmu tentang bagaimana cara menulis kreatif kepada kurang lebih 5.000 peserta online. 

Ernest membagikan cara menjadi kreatif serta kiat-kiat menulis cerita yang dapat menggugah hati banyak orang. Menurutnya, tema tulisan dapat diangkat dari hal-hal yang menjadi keresahan penulis, sedangkan kreativitas dapat dimulai dari mengenal diri sendiri dan keterbukaan untuk mengonsumsi beragam karya orang lain.

"Pengenalan akan diri sendiri dapat memberikan keunikan pada karya yang diciptakan, sedangkan konsumsi karya milik orang lain dapat menjadi referensi/ inspirasi untuk menghasilkan tulisan yang inovatif dan tidak membosankan," ujarnya pada webinar tersebut. 

1. Tips menulis dari Ernest Prakasa

Kominfo dan Siberkreasi Gelar Webinar Gali IlmuKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi menggelar kegiatan Gali Ilmu pada Jumat, 30 Juli 2021. (Dok. Kominfo)

Komika satu ini juga menjelaskan mengenai kedalaman karakter dan plot sebagai dua komponen penting dalam menulis sebuah cerita. Ia mengatakan, kedalaman sebuah karakter berbicara mengenai dinamika psikologis yang terjadi pada level internal karakter. Bukan hanya sikap dan perilaku yang tampak dari luar, tetapi juga mengapa sang karakter dapat menunjukkan sikap dan perilaku tersebut.

Ia menilai, kedalaman karakter inilah yang mampu memantik emosi dan simpati dari pembaca, serta membuat karakter dalam tulisan kita menjadi berbeda dengan karakter-karakter dalam tulisan lain.

Menurutnya, plot atau alur cerita juga merupakan komponen yang tak kalah penting dan harus direncanakan secara matang karena dapat memainkan emosi pembaca saat membaca tulisan kita.

Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Digital Desa, Kominfo Gelar Siberkreasi Local Fest 

2. Mendalami etika di media sosial

Kominfo dan Siberkreasi Gelar Webinar Gali IlmuKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi menggelar kegiatan Gali Ilmu pada Jumat, 30 Juli 2021. (Dok. Kominfo)

Selain itu, Kominfo dan Siberkreasi juga mengadakan diskusi mengenai etika digital melalui sesi Nge-Zoom Bareng Jefri Nichol pada Sabtu, 31 Juli 2021. Kegiatan tersebut diadakan sebagai bagian dari literasi digital bagi peserta webinar.

Jefri yang merupakan aktor, mengakui pentingnya memiliki etika digital saat berinteraksi di ruang digital. Bagi Jefri, etika bermedia sosial dimulai dengan menjadi diri sendiri tetapi tetap memperhatikan etika yang berlaku.

"Ketika kita menjadi diri sendiri, maka kita tidak membohongi orang lain dan membuat orang memiliki ekspektasi yang salah atas diri kita," kata Jefri.  

Aktor ini juga memberikan tips menjaga etika dan jejak digital, yaitu dengan mengunggah konten-konten yang positif, berpendapat dan memberi kritik dengan bahasa dan kata-kata yang sopan dan sesuai, serta tidak menyebarkan konten-konten negatif yang dapat merugikan orang lain seperti hoaks dan pornografi.

3. Kemajuan teknologi bagai pisau bermata dua

Kominfo dan Siberkreasi Gelar Webinar Gali IlmuKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan Program Literasi Digital Nasional bertajuk Indonesia Makin Cakap Digital di Basket Hall, Senayan, Jakarta, pada Kamis (20/5/2021). (Dok. Kominfo)

Bagai pisau bermata dua, kemajuan teknologi dapat memberi kemudahan tetapi juga dapat menjadi penghalang. Respons dan komentar negatif netizen akibat kurangnya etika digital dapat menjadi halangan terbesar bagi seorang penulis atau konten kreator untuk berkarya.

Ernest menjelaskan bahwa kita tidak dapat menyenangkan semua orang meski sebaik atau sehebat apa pun kita, menurutnya, komentar negatif akan selalu ada.

So just do it anyway! Berani mulai berkarya dan mulai berlatih menghadapi masukan dan komentar negatif dari orang lain”, pungkasnya.

Sementara Jefri Nichol juga mengatakn hal senada, ia menilai bahwa tugas anak muda ialah konsisten berkarya dan melakukan apa yang menjadi passion-nya, tidak mudah menyerah, serta tidak perlu memperdulikan komentar-komentar negatif dari orang-orang yang tidak memiliki etika digital. (WEB)

Baca Juga: Kementerian Kominfo Bekerja Sama Adakan Kelas Asah Digital

Topic:

  • Ridho Fauzan
  • Ezri T Suro

Berita Terkini Lainnya