Comscore Tracker

1.400 Warga Boyolali Enggan Mengungsi Meski Gunung Merapi Bergejolak

Merapi sudah beberapa kali muntahkan awan panas

Boyolali, IDN Times - Sekitar 1.400 warga Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, enggan mengungsi, meski aktivitas Gunung Merapi sudah beberapa kali memuntahkan lava pijar dan guguran awan panas.

Mereka memilih bergiliran ronda mengawasi kondisi Merapi. Alasan mereka menolak mengungsi karena alasan ekonomi.

Baca Juga: Gunung Merapi Muntahkan Guguran Awan Panas Sejauh 1.000 Meter

1. Faktor ekonomi menjadi alasan warga menolak mengungsi

1.400 Warga Boyolali Enggan Mengungsi Meski Gunung Merapi BergejolakAngin berembus di lereng Gunung Merapi terlihat dari kawasan Klakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Kepala Desa Klakah Marwoto mengatakan sekitar 1.400 warganya memilih tetap tinggal di desa, lantaran terbentur masalah ekonomi. Mereka berkilah masih ingin bertani sebagai salah satu mata pencaharian guna menyambung hidup sehari-hari.

"Terkait dengan ekonominya, ternaknya, kan begitu, dengan demikian kami tidak bisa menolak. Intinya kita tidak bisa menolak untuk keinginan warga tersebut," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Rabu, 20 Januari 2021.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada warga agar pergi ke ladang yang lokasinya jauh dari permukiman, apabila terjadi letusan sekaligus memudahkan untuk evakuasi.

2. Alasan lain karena arah awan panas Merapi tidak melewati desa

1.400 Warga Boyolali Enggan Mengungsi Meski Gunung Merapi BergejolakANTARA FOTO/Rudi/hn/pd

Selain faktor ekonomi, kondisi arah guguran lava pijar dan awan panas yang berbeda, juga menjadi alasan utama warga tidak mau mengungsi. Marwoto menyebut, arah guguran Gunung Merapi mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak sejauh 1.800 meter. Sedangkan Desa Klakah terletak di sebelah utara Gunung Merapi.

"Jadi ini kita amati arahnya ke Kali Krasak, terus itu antisipasi tetap sigap dan siaga untuk evakuasi, intinya kalau statusnya jadi awas warga siap untuk turun, intinya itu. Tapi selama masih siaga warga tetap di rumah dan waspada," ujar dia.

Desa Klakah, sebagian besar merupakan warga dari Dukuh Sumber yang berada pada radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi, dan Dukuh Bakalan dengan radius sekitar 3,5 km hingga 4 km.

3. Warga siagakan 18 titik pos ronda memantau kondisi Merapi

1.400 Warga Boyolali Enggan Mengungsi Meski Gunung Merapi BergejolakPos ronda yang dipakai siswa SDN Bangunrejo II untuk kegiatan pelajaran tambahan. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Guna mengantisipasi terjadinya letusan, perangkat desa setempat membangun 18 titik pos ronda dan satu pos induk yang berlokasi di Kantor Balaidesa Klakah. Pos tersebut untuk memantau aktivitas Merapi dan mengevakuasi warga.

"Pemerintah desa semaksimal mungkin berupaya memantau dan menjaga warga tersebut, dengan melibatkan relawan dan masyarakat setempat. Selama masih siaga, warga tetap waspada dan tetap kita gerakkan untuk ronda di kampung-kampung," pungkasnya.

Pada November 2020, warga Desa Klakah sempat mengungsi di penampungan pengungsian sementara (TPPS) di Balai Desa Klakah, akibat aktivitas Gunung Merapi yang mulai meningkat. Namun seiring berjalannya waktu, warga kemudian memilih pulang ke rumah lantaran Merapi tak kunjung mengeluarkan tanda-tanda bahaya.

Baca Juga: Semburkan Awan Panas, Gunung Merapi Muntahkan 47 Guguran Lava Pijar

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya