Comscore Tracker

Perusakan Makam TPU Cemoro Kembar Solo, Ada Dugaan Doktrin Intoleran

Polisi panggil enam pengasuh tempat belajar 10 pelaku

Surakarta, IDN Times - Polisi terus mendalami kasus perusakan 12 makam yang dilakukan sekitar 10 siswa sekolah di TPU Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu, 16 Juni 2021.

Polresta Solo telah memanggil enam pengasuh rumah belajar tempat ke-10 siswa itu belajar. Karena ada dugaan doktrin intoleran pada para terduga pelaku.

Baca Juga: Viral Bocah Terapung di Tengah Laut Selama 3 Jam, Diselamatkan TNI AL

1. Ada dugaan doktrin intoleran

Perusakan Makam TPU Cemoro Kembar Solo, Ada Dugaan Doktrin IntoleranMakam Nasrani yang dirusak di Solo. IDNTimes/Larasati Rey

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan kepolisian bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menangani kasus perusakan makam tersebut, untuk memastikan ajaran yang diberikan di rumah belajar tersebut.

Selain itu, Ade mengatakan, sebanyak 39 murid di rumah belajar akan mengikuti bimbingan konseling guna mengembalikan ajaran-ajaran yang sesuai dengan syariat Islam. Sebab, ada dugaan doktrin intoleran.

"Mengembalikan pada ajaran-ajaran yang disyariatkan oleh agama, tidak melenceng, bisa menyikapi dengan baik. Agar semuanya bisa berjalan dengan baik," kata dia.

2. Perusakan makam diduga dilakukan 10 siswa

Perusakan Makam TPU Cemoro Kembar Solo, Ada Dugaan Doktrin IntoleranKapolresta Solo, Ade Safri Simanjuntak. IDNTimes/Larasati Rey

Ade mengatakan, perusakan makam TPU Cemoro Kembar diduga dilakukan 10 siswa. Mereka adalah murid di salah satu sekolah atau rumah belajar yang tak jauh dari lokasi makam.

"Dilakukan sekitar 10 anak di bawah umur," kata Ade saat ditemui di Balaikota Solo, Selasa, 22 Juni 2021.

Kepolisian telah melakukan penyidikan dan penyelidikan dengan memeriksa para terduga pelaku dan saksi.

3. Polisi memeriksa enam guru pengasuh siswa terduga pelaku

Perusakan Makam TPU Cemoro Kembar Solo, Ada Dugaan Doktrin IntoleranWalikota Solo Gibran Rakabuming melihat dari luar sekolah pelaku pengerusakan. IDNTimes/Larasati Rey

Ade menjelaskan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus perusakan makam. Saksi yang dipanggil di antaranya para pengasuh rumah belajar tempat para terduga pelaku belajar.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, baik saksi korban, maupun pengasuh. Ada enam pengasuh yang sudah kita mintai keterangan," kata dia.

Sementara, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menyerahkan sepenuhnya kasus perusakan makam kepada kepolisian.

"Untuk makam kemarin saya serahkan saja ke Pak Kapolres. Biar ditangani langsung oleh pihak Kapolres," pungkas Gibran.

Baca Juga: Viral Rombongan Pengiring Jenazah Keroyok Sopir Kontainer di Cilincing

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya