Comscore Tracker

Kerap Komunikasi dengan Lawan Jenis, Siswi di Solo Dikeluarkan Sekolah

Peristiwa ini sempat viral

Solo, IDN Times - Seorang siswi kelas VIII SMP Islam Terpadu Nur Hidayah, Surakarta, Jawa Tengah, berinisial AN terpaksa dikeluarkan dari sekolah karena melanggar aturan. 

AN dianggap melebihi batas akumulasi poin melanggar aturan yang diterapkan sekolah. Peristiwa tersebut bahkan viral di media sosial belakangan ini.

1. AN dianggap melebihi jumlah pelanggaran yang ditetapkan sekolah

Kerap Komunikasi dengan Lawan Jenis, Siswi di Solo Dikeluarkan SekolahSuasana ruang kelas SMP IT Nur Hidayah Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Kepala Sekolah Zuhdi Yusrobi mengatakan sebenarnya pihak sekolah tidak mengeluarkan AN. Pihaknya hanya melakukan kebijakan yang diterapkan di SMP IT Nur Hidayah itu.

Selama ini pihak sekolah sudah menerapkan pola penanganan sesuai aturan, mulai dari pendampingan konseling kepada AN hingga pemanggilan orangtuanya.

Ada beberapa poin yang harus ditaati siswa, bahkan aturan tersebut telah ditanda tangani siswa sebelum memulai masa pendidikan di SMP IT Nur Hidayah.

Zuhdi menjelaskan poin yang diterima AN didominasi kasus yang sama, yakni kerap berkomunikasi dengan lawan jenis. Padahal sudah jelas larangan saat siswa awal masuk SMP IT Nur Hidayah, tidak boleh berinteraksi berlebihan dengan lawan jenis. Sekolah juga berusaha membatasi siswanya bermain gawai.

Larangan tersebut, kata Zuhdi, dinilai sebagai pelanggaran berat. Sedangkan AN sudah mendapat jauh di atas akumulasi poin yang ditentukan sekolah. 

“Kita sudah tulis di poin ini ada pengembalian kepada orangtua, karena sudah mengakumulasi poin-poin tadi, dan kita itu dasarnya poin 51 itu sudah harus keluar, lah ini 75,” kata dia.

Baca Juga: 5 Alasan Kekerasan Verbal Bisa Lebih Parah dari Kekerasan Fisik

2. Dinas Pendidikan Solo meminta pihak sekolah membuat laporan tertulis

Kerap Komunikasi dengan Lawan Jenis, Siswi di Solo Dikeluarkan SekolahSalah satu aturan di SMP IT Nur Hidayah Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Sementara, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Surakara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Surakarta, dan psiokolog mendatangi SMP IT Nur Hidayah, pada Senin (13/1). Kedatangan mereka ingin mengklarifikasi berita yang menyebar di media sosial terkait adanya indikasi pengeluaran siswa AN.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta Bambang Wahyono meminta SMP IT Nur Hidayah untuk membuat laporan terkait berita yang beredar.

Laporan tersebut sekaligus ditujukan kepada Wali Kota Solo, dan ditembuskan kepada Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), Gubernur Jawa Tengah, Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Polresta Surakarta, KPAI Kota Surakarta, dan Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

“Perintah dari dinas, setelah ini sekolah disuruh membuat laporan tertulis hulu hilir kronogisnya, yang ditujukan kepada wali kota dan beberapa tembusan-tembusannya,” kata Bambang saat ditemui usai kunjungan di SMP IT Nur Hidayah, Senin (13/1).

3. Siswi AN sudah diterima di SMP lain

Kerap Komunikasi dengan Lawan Jenis, Siswi di Solo Dikeluarkan SekolahSuasana kegiatan belajar mengajar di SMP IT Nur Hidayah Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Bambang juga menyebutkan siswi AN kini sudah diterima di sekolah lain, yakni SMP Muhammadiyah 10 Surakarta. AN telah menerima surat pindah dan surat rekomendasi dari pihak sekolah.

Bambang berharap kasus tersebut tidak dibesar-besarkan, mengingat sekarang ini AN sudah diterima di sekolah lain.

Baca Juga: Kata Sejarawan soal Kerajaan Agung Sejagat yang Hebohkan Purworejo

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya