Comscore Tracker

6 Hoaks Soal Corona, Menular dari Mata hingga Air Wudu Matikan Virus

Lengkap dengan penjelasan Kemkominfo soal hoaks yang ada

Jakarta, IDN Times - Kasus wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, hingga Selasa (4/2) telah merenggut 425 nyawa. Selain itu korban yang terpapar virus ini juga semakin bertambah yakni 20.000 orang di 24 negara di dunia.

Penyebaran informasi soal virus ini juga berseliweran baik itu di media sosial, media massa hingga percakapan pesan singkat, dan tidak menutup celah adanya hoaks atau disinformasi yang bertebaran di masyarakat.

Hoaks soal corona juga ditemukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), tercatat hingga Senin (3/2) Kemkominfo telah menemukan 54 hoaks di media sosial ataupun aplikasi berbincang seperti WhatsApps.

IDN Times merangkum 6 hoaks yang ditemukan Direktorat Pengendalian aplikasi Informatika (AIS) Kemkominfo per Senin (3/2). Berikut contoh hoaks yang tersebar.

Baca Juga: Menkes: Karantina WNI dari Wuhan di Kapal Perang Itu Gak Manusiawi!

1. Corona bisa menular dari tatapan mata

6 Hoaks Soal Corona, Menular dari Mata hingga Air Wudu Matikan VirusHoaks soal corona (Doc. AIS Kemkominfo)

Pesan berantai di WhatsApp sempat menyebarkan informasi soal penyebaran virus corona melalui tatapan mata.

Namun setelah dikonfirmasi kepada dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center
(JEC), penularan melalui mata tidak terjadi saat seseorang menatap sesuatu, kemudian terinfeksi.

AIS juga menjelaskan klarifikasi dari dr Zeiras bahwa seseorang bisa tertular jika tangannya terkontaminasi oleh virus corona (2019-nCoV), kemudian tidak sadar kalau tangannya menyentuh bagian mata.

2. Dua penumpang Lion Air meninggal karena virus corona

6 Hoaks Soal Corona, Menular dari Mata hingga Air Wudu Matikan VirusHoaks soal corona (Doc. AIS Kemkominfo)

Sebuah unggahan di media sosial twitter beredar pada awal Februari 2020. Unggahan tersebut berisi informasi adanya penumpang pesawat Lion Air yang meninggal saat pendaratan darurat di Sri Lanka.

Menurut AIS bahkan ada pengguna Twitter yang menautkan berita dari sebuah situs media daring serta ditambah dengan narasi yang mengaitkan kasus tersebut dengan virus corona.

AIS akhirnya mengklarifikasi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kolombo menjelaskan bahwa ada tiga orang penumpang yang ditangani di Kolombo, Sri Lanka. Dua meninggal dan jenazahnya dikirim ke Indonesia pada 15 Januari namun tidak dilakukan autopsi

"Sedangkan satu orang dirawat di rumah sakit di Kolombo karena sakit influenza dan sudah kembali ke Indonesia pada Senin (27/1) dengan didampingi staf KBRI Kolombo. KBRI Kolombo menegaskan ketiga penumpang tersebut tidak ada kaitannya dengan virus Corona," tulis Tim AIS melalui keterangan tertulis.

Selain itu Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro juga mengatakan bahwa pihaknya tidak mengatakan dua penumpang tersebut meninggal adalah karena virus menular.

Baca Juga: Takut Tertular Virus Corona, Ratusan Warga Tinggalkan Natuna

3. Wudu dapat hancurkan virus corona

6 Hoaks Soal Corona, Menular dari Mata hingga Air Wudu Matikan VirusHoaks soal corona (Doc. AIS Kemkominfo)

Informasi soal corona juga tersebar di sebuah artikel bahwa seorang dokter mengatakan wudu bisa menghancurkan virus corona. Namun hal tersebut ditepis oleh dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, dari OMNI Hospitals Pulomas bahwa informasi tersebut adalah keliru.

Menurut dr Dirga, virus corona sejauh ini dapat dibunuh dengan menggunakan desinfektan. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus corona bisa mati dengan air biasa.

4. Virus corona sudah masuk di Pekanbaru

6 Hoaks Soal Corona, Menular dari Mata hingga Air Wudu Matikan VirusHoaks soal corona (Doc. AIS Kemkominfo)

Informasi ini tersebar di aplikasi berbincang WhatApps, yang mengatakan bahwa virus corona masuk di Pekanbaru. Tim AIS Kemkominfo menjelaskan bahwa faktanya informasi tersebut adalah tidak benar.

Hal tersebut, dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir yang mengatakan bahwa pesan viral tersebut adalah kabar bohong atau hoaks.

5. Pasien corona di RSUD Bahteramas

6 Hoaks Soal Corona, Menular dari Mata hingga Air Wudu Matikan VirusHoaks soal corona (Doc. AIS Kemkominfo)

Sebuah pesan tersebar di media sosial sebuah informasi tentang adanya pasien Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sedang dirawat RSUD Bahteramas, Kendari, Sulawesi Tenggara akibat terjangkit virus corona.

Setelah ditelusuri oleh AIS, Plt Dirut RSUD Bahteramas Kendari, dr. Sjarif Subijakto mengatakan bahwa kabar adanya satu pasien positif corona yang dirawat di RSUD Bahteramas tidak benar atau hoaks. Sebab, hingga keterangan dari Kemkominfo ini diturunkan belum ada pasien yang tertular virus corona.

6. Tiongkok diam-diam kremasi korban corona

6 Hoaks Soal Corona, Menular dari Mata hingga Air Wudu Matikan VirusHoaks soal corona (Doc. AIS Kemkominfo)

Tersebar informasi di media sosial yang berisi foto serta judul artikel yang menyebutkan bahwa "China dilaporkan diam-diam kremasi korban virus corona karena jumlahnya meningkat".

Namun, fakta yang ada seperti dilansir dari Xinhua China, menyebutkan bahwa foto tersebut adalah momen saat pekerja menurunkan pengiriman jas pelindung dari pesawat kargo di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, Hubei, Tiongkok tengah.

Pesawat kargo tersebut juga membuat barang bantuan seperti epidermi media, masker medis, topi medis, sarung tangan lateks, pakaian pelindung, desinfektan, obat-obatan hingga persediaan pelindung lainnya. Total angkutan dalam kargo tersebut lebih dari 60 ton, jadi foto dan judul tersebut tidak ada kaitannya dengan kremasi korban virus corona.

Baca Juga: Korban Terpapar Virus Corona Kini Mencapai 20.000 Orang di 24 Negara

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya