Comscore Tracker

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorong

Tentang hasil autopsi hingga tato di tubuhnya

Jakarta, IDN Times - Terpidana mati asal Tiongkok, Cai Changpan, yang kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang, Banten, telah ditemukan. Namun, polisi tak bisa membawa Changpan kembali mendekam di balik jeruji besi, karena dia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah menjadi buron beberapa pekan, Changpan ditemukan tewas karena diduga gantung diri di sebuah tempat pembakaran ban di Hutan Jasinga, Bogor, Jawa Barat, setelah melarikan diri sejak pertengahan September 2020.

Berikut sejumlah fakta kematian dari Cai Changpan, yang disebut-sebut bunuh diri itu.

Baca Juga: Di Tubuh Cai Changpan, Hanya Ada Luka di Leher

1. Cai Changpan ditemukan setelah ada informasi dari warga

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorongPetugas forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati bersama anggota Polrestro Tangerang menurunkan jenazah Cai Changpan dari mobil ambulans untuk diperiksa Tim Forensik RS Polri, Sabtu (17/10/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana menjelaskan kronologi penemuan Cai Changpan, setelah pencarian panjang dilalui tim gabungan Polri hingga pihak lapas.

Nana menjelaskan penemuan pria asal Tiongkok itu bermula saat polisi mendapat informasi dari warga tentang keberadaan Cai Changpan pada Jumat, 16 Oktober 2020.

"Jadi kami mendapati informasi dari warga dan menyampaikan ke kepala desa dan menyampaikan ke tim khusus di sekitar tempat pembakaran ban, ada orang mencurigakan dan kerap menginap di lokasi," kata Nana dalam keterangan pers di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2020).

Akhirnya tim bergegas ke lokasi pada Sabtu, 17 Oktober 2020 sekitar pukul 10.30 WIB, ke lokasi pembakaran ban di Desa Koleang, yang berada kurang lebih 3 kilometer dari Jalan Raya Jasinga-Maja. Namun Cai Changpan ditemukan sudah tewas yang disebut polisi gantung diri.

2. Jenazah benar Cai Changpan dari sidik jari dan tato di tubuhnya

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorongIlustrasi jenazah. IDN Times/Mardya Shakti

Polisi akhirnya membawa jenazah Cai Changpan ke Rumah Sakit Pusat Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna pemeriksaan autopsi  pada pukul 16.00 WIB. Jenazah dipastikan benar Changpan karena memiliki ciri indentik yang diketahui polisi.

"Saya sampaikan ketika kami temukan yang bersangkutan gantung diri hasil identifikasi bahwa beberapa ciri-ciri identik dengan terpidana mati Cai Changpan," ujar Nana.

Ciri yang dimaksud adalah sidik jari dan tato yang memang persis dimiliki Cai Changpan.

"Mulai dari sidik jari, beberapa tato yang selama ini memang kami mempunyai data-data ini dan hasil sidik jari dan beberapa tato identik dengan terpidana mati," ujar Nana.

3. Hasil autopsi disebutkan Cai Changpan mati lemas dan hanya satu luka di leher

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorongIlustrasi meninggal (Dok.IDN Times/Istimewa)

Dari hasil autopsi terungkap bahwa di leher Cai Changpan terdapat luka lecet tekan yang melingkari leher, berjalan dari kiri bawah ke kanan atas.

"Kemudian kedua, tidak ditemukan luka-luka lain," ujar Nana.

Selain itu, tes penyaring napza dan alkohol dari bilasan urine hasilnya negatif. "Jadi penyebab matinya orang adalah akibat kekerasan tumpul pada leher yang menyumbat jalan napas, sehingga mengakibatkan mati lemas," kata Nana.

4. Jenazah Cai Changpan masih utuh belum membusuk

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorongIlustrasi korban dievakuasi dalam kondisi meninggal. (IDN Times/Imam Rosidin)

Merujuk pada keterangan dokter, Nana menjelaskan bahwa Cai Changpan diperkirakan telah meninggal dunia 12 jam sebelum ditemukan oleh tim gabungan.

"Diperiksa kan pukul 8 malam, jadi perkiraan waktu meninggal itu Jumat, 16 Oktober sekitar jam 20.00 malam, jadi sekitar 24 jam," kata Nana.

Saat ditemukan, Cai Changpan masih utuh dan belum membusuk.

"Ketika ditemukan korban ini masih utuh, dalam artian yang bersangkutan fisiknya masih bagus," ujar Nana.

5. Cai Changpan diduga bunuh diri karena terdesak

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorongIlustrasi Mobil jenazah (IDN Times/Lia Hutasoit)

Polisi juga menyebut tindakan bunuh diri yang dilakukan napi bernama lain Antoni itu, karena pelariannya sudah terdesak.

"Jadi (Cai Changpan) merasa mungkin sudah merasa terdesak dengan adanya anggota kami, tim khusus gabungan ini, yang terus menyusuri beberapa lokasi di hutan Tenjo. Sehingga yang bersangkutan merasa bahwa tempat dia untuk berlindung sulit, ada kesulitan karena anggota kami terus mobile,"  kata Nana.

Akibat kondisi yang terdesak itu, polisi menduga Cai Changpan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di hutan tempat persembunyiannya.

"Sehingga ada jalan pintas dalam pikirannya, kemudian dia mengambil jalan pintas untuk bunuh diri atau menggantung diri di tempat pembakaran ban di daerah Jasinga tersebut," kata Nana.

6. Tempat pembakaran ban itu dulunya milik Cai Changpan

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorongIlustrasi Pabrik (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Nana menjelaskan satu fakta lainnya, bahwa tempat pembakaran ban tempat napi tersebut ditemukan tewas, dulunya milik Cai Changpan.  Tempat pembakaran ban itu kini telah dibeli warga setempat.

"Ibu ini (pemilik pabrik) mengambil tempat tersebut tahun 2010, membeli dari saudara Cai Changpan juga, jadi awalnya milik saudara Cai Changpan," ujar dia.

7. Cai Changpan tahu karakteristik tempat persembunyiannya

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorongIlustrasi Hutan (IDN Times/Sunariyah)

Nana membeberkan sejumlah proses perjalanan pencarian Cai Changpan yang memakan waktu satu bulan. Changpan dinilai paham betul lokasi hutan tempat dia melarikan diri, karena dia dan keluarga sudah lama tinggal di wilayah Tenjo.

"Karena Cai Changpan dan istri tinggal di Tenjo cukup lama, mulai 2003. Secara karakteristik dan geografis, dia cukup menguasai," kata dia.

Selain itu, lewat keterangan sejumlah pihak ditemukan fakta bahwa Cai Changpan punya keterampilan bertahan hidup di hutan dengan cara berburu.

"Terpidana ini mempunyai hobi berburu Jadi dia sering keluar masuk hutan tersebut," ujar Nana.

8. Akhir pelarian Cai Changpan selama 34 hari

8 Fakta Kematian Cai Changpan, Napi Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorongCai Changpan, WNA asal Tiongkok yang kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang jadi DPO (Dok. IDN Times/Istimewa)

Cai Changpan kabur dari Lapas Klas 1 Kota Tangerang pada Senin, 14 September 2020 pukul 2.30 WIB. Dia kabur dengan cara melubangi selnya sedalam dua meter hingga tembus ke gorong-gorong sepanjang 30 meter di luar lapas.

Dia berhasil kabur dan sempat menyambangi istri serta anaknya di Tenjo. Setelah 34 hari, dia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Dikutip dari laman resmi putusan Pengadilan Negeri Tangerang dengan nomor 385/Pid.Sus/2017/PN.Tng, warga negara asal Fujian, Tiongkok itu memiliki nama alias Cai Ji Fan alias Antoni, yang merupakan terpidana mati kasus narkoba.

Pria 53 tahun itu terbukti memiliki 135 bungkus ganja seberat 135 kilogram. Dia diketahui menjadi bandar narkoba dari jaringan internasional dan mendapat barang haram tersebut dari koleganya bernama Ahong yang merupakan warga negara Hong Jong. Hingga kini, Ahong juga masih dalam pencarian.

Changpan memiliki restoran bernama Fujian Jio Lou yang terletak di Ruko Villa Taman Bandara, Tangerang, Banten. Di restoran miliknya itulah, Changpan dan bandar narkoba Ahong bertemu untuk bertransaksi jual-beli barang haram tersebut. Dia awalnya mengaku tidak tahu barang yang dibawa Ahong adalah narkoba. Changpan dijanjikan akan menerima upah Rp4 juta untuk 1 kilogram sabu.

Putusan pidana Cai Changpan dibacakan pada 19 Juli 2017 oleh Hakim Ketua Majelis Mahmuriadin di Pengadilan Tinggi Tangerang, dan dinyatakan melanggar Pasal 1441 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun, tentang Narkotika, dan dijatuhi hukuman mati.

Baca Juga: Napi Asal Tiongkok Cai Changpan Bunuh Diri Karena Terdesak?

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Rochmanudin
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya