Comscore Tracker

Demo Antirasis di Istana, Mahasiswa Papua Terobos Paksa Blokade Polisi

Ratusan massa berhasil bergerak menuju depan Istana Negara

Jakarta, IDN Times - Seratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam kelompok Aliansiswa Antirasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme, melakukan aksi unjuk rasa terkait isu rasialisme yang menimpa mahasiswa Papua di beberapa wilayah, di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Mereka melakukan aksi solidaritas diawali longmarch dari depan Stasiun Gambir, Mabes TNI Angkatan Darat, Kantor Kementerian Dalam Negeri, hingga menuju Istana Negara. 

Dalam orasinya mereka menolak diskriminasi terhadap warga Papua yang menempuh pendidikan di luar daerah.

1. Sempat saling dorong dengan aparat kepolisian

Demo Antirasis di Istana, Mahasiswa Papua Terobos Paksa Blokade PolisiIDN Times/Lia Hutasoit

Massa aksi telah berkumpul sejak pukul 12.00 WIB di depan Mabes TNI Angkatan Darat. Massa berusaha untuk menggelar aksi di depan Istana Merdeka, namun dihalangi oleh anggota satuan Brimob dan TNI AD yang bertugas. 

Aparat memblokade jalan mereka sehingga terjadi aksi dorong antara massa Papua dengan aparat keamanan tak terelakkan. Namun, berdasarkan pantauan IDN Times, massa kemudian berhasil bergerak menuju depan Istana Negara.

Baca Juga: Kemenkominfo Blokir Layanan Data di Papua dan Papua Barat 

2. "Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri untuk Mengakhiri Rasisme dan Penjajahan di West Papua"

Demo Antirasis di Istana, Mahasiswa Papua Terobos Paksa Blokade PolisiIDN Times/Lia Hutasoit

Ratusan massa aksi sempat berorasi di depan kantor Kemendagri menggunakan pengeras suara dari atas mobil komando sambil menyerukan penolakan terhadap rasialisme. Orasi itu terus berlanjut hingga di depan Istana Negara.

Melalui aksi ini mereka mengusung tema "Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri untuk Mengakhiri Rasisme dan Penjajahan di West Papua".

3. Papua tidak pernah bersikap rasialisme

Demo Antirasis di Istana, Mahasiswa Papua Terobos Paksa Blokade PolisiIDN Times/Lia Hutasoit

Dalam orasinya, mereka mengatakan bahwa orang Papua tidak pernah melakukan tindakan rasialme pada masyarakat lain. Tujuan mereka datang ke daerah-daerah lain di Pulau Jawa hanya untuk mengemban pendidikan.

"Kami datang ke Jakarta hanya untuk kuliah," ujar Koordinator Lapangan Mahasiswa Papua, Amros.

Baca Juga: Sandiaga: Pemerintah Belum Mampu Memerdekakan Ekonomi Papua

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You