Comscore Tracker

Jerinx Dilaporkan ke Polisi, Ahli Bahasa sampai IT Jadi Saksi

Jerinx SID dilaporkan karena menghina IDI sebagai kacung WHO

Jakarta, IDN Times - Polda Bali masih menyelidiki laporan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bali yang ditujukan pada penggebuk drum Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerinx yang diduga menghina IDI lewat unggahan di media sosialnya.

Polisi sampai saat ini sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, mulai dari pelapor hingga saksi ahli.

"Total sudah ada enam saksi diperiksa," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi saat dikonfirmasi pada Rabu (5/8/2020).

1. Saksi ahli bahasa, pidana dan IT dihadirkan

Jerinx Dilaporkan ke Polisi, Ahli Bahasa sampai IT Jadi SaksiInstagram/jrxsid

Syamsi menjelaskan bahwa saksi yang sudah dimintai keterangan adalah pelapor yakni Ketua IDI Provinsi Bali yaitu I Gede Putera Suteja dan beberapa saksi ahli lainnya yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi termasuk pelapor, saksi ahli bahasa, pidana, dan IT," ujar dia.

Baca Juga: Dituding Jerinx Soal Aturan Ibu Hamil Wajib Tes COVID-19, Ini Kata IDI

2. Jerinx belum memenuhi panggilan polisi

Jerinx Dilaporkan ke Polisi, Ahli Bahasa sampai IT Jadi SaksiInstagram/jrxsid

Surat pemanggilan kepada Jerinx juga sudah dikirimkan sejak Senin 3 Agustus 2020, namun terlapor hingga saat ini belum memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Syamsi berharap agar Jerinx bisa datang memenuhi panggilan polisi yang kedua yakni pada Kamis 6 Agustus 2020.

3. Jerinx diduga langgar UU ITE

Jerinx Dilaporkan ke Polisi, Ahli Bahasa sampai IT Jadi SaksiIlustrasi media sosial (Sukma Shakti/IDN Times)

Jerinx dipolisikan oleh IDI Provinsi Bali ada 16 Juli 2020. Laporan ini muncul karena IDI merasa Jerinx menghina IDI dan rumah sakit sebagai kacung dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Jerinx diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) dan atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Dia (Jerinx) ada postingan atau kata-kata kalimat 'gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes COVID-19," kata Syamsi pada Selasa, 4 Agustus 2020.

Baca Juga: Disebut Kacung WHO, IDI Polisikan Jerinx

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya