Comscore Tracker

Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi Lagi, Ini Jawaban KPK

KPK tak ingin menyangkut politik

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) kembali menangkap kader Partai Golkar sebagai tersangka korupsi. Terbaru, KPK menangkap Bupati Kuantan Singigi (Kuansing) Andi Putra dalam kasus suap izin perkebunan sawit, setelah sebelumnya menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin.

Berkaitan dengan adanya dua kader Golkar yang tercebur dalam pusaran korupsi, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli menyatakan pihaknya tak ambil bagian dalam urusan politik dari latar belakang para tersangka.

"Nah kalau kemudian menyangkut dengan partai politik atau hubungan dengan politik, tentu KPK tidak berpolitik, jadi kita melihat ini kasusnya ya murni hukum," ujarnya di KPK, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: Demokrat Tak Masalah PDIP Klaim RI Menang Thomas Cup Karena Jokowi

1. Bupati Kuansing segera dibawa ke Jakarta

Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi Lagi, Ini Jawaban KPKPlh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto (Dok. Humas KPK)

Sementara itu, Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto menuturkan KPK akan segera membawa Andi Putra ke Jakarta secepatnya karena pada saat rilis kasus ini berlangsung, dia tak ada di KPK dan tak ditunjukkan ke awak media.

"Bahwa saat ini tidak dihadirkan, ya jadi harapan kami sebetulnya bisa, tapi tentu ada masalah-masalah teknis di lapangan, ada kepentingan-kepentingan penyidik yang tentunya kami juga dibatasi waktu," ujarnya.

2. AP diduga terima uang Rp500 juta dari tersangka lainnya

Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi Lagi, Ini Jawaban KPKIlustrasi gedung KPK (IDN Times/Vanny El Rahman)

Diberitakan sebelumnya, Bupati Kuansing di Provinsi Riau periode 2021-2026 , Andi Putra (AP) ditetapkan sebagai tersangka suap perizian perkebunan sawit.

Lili Pintauli Siregar sebelumnya menjelaskan AP menerima suap dari  General Manager PT AA yakni SDR sebesar Rp500 juta atas kesepakatan agar perkebungan milik PT AA dijadikan perkebunan kemitraan. SDR juga ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini.

Dalam pointers konferensi pers yang IDN Times terima, uang Rp500 juta tersebut diberikan dalam bentuk rupiah dengan jumlah total Rp80,9 juta, mata uang asing sekitar 1.680 Dolar Singapura (SGD) serta berbentuk smartphone.

3. Kronologi penangkapan AP usai mendapat suap

Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi Lagi, Ini Jawaban KPKIlustrasi KPK (IDN Times/Mardya Shakti)

KPK menerima informasi bahwa Bupati Kuangsi akan menerima janji hadiah berupa uang terkait permohonan atau perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU)  dari perusahaan swasta. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa PT AA tengah mengurus peranjangan sertifikat HGU yang butuh persetujuan Bupati. Pertemuan keduanya diketahui KPK bakal berlangsung di rumah AP di Kuansing. Kemudian, setelah 15 menit bertemy, SDR keluar dari rumah AP.

Setelah itu beberapa saat kemudian tim KPK segera mengamankan SDR, PN,YG dan JG di Kuansing, penangkapan berlangsung di tempat oleh KPK. Usai memastikan telah ada penyerahan uang ke Bupati, tim KPK langsung berupaya mengamankan AP namun tak ada, akhirnya tim KPK menyusul ke rumahnya di Pekanbaru, namun tak ada juga. KPK meminta keluarga menghubungi AP agar menenui tim KPK di Polda Riau, hingga akhirnya datang bersama HK, AM dan DI.

Baca Juga: KPK Dalami Sumber Uang Rp1,5 M yang Dipegang Ajudan Dodi Reza Alex

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya